Pengawas Sekolah di Tapsel Harus Miliki Kompetensi

380

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Syahrul M. Pasaribu mengatakan, pengawas sekolah harus memiliki kemampuan akademik yang baik demi terjaminnya kualitas serta mutu pendidikan di Tapanuli Selatan.

Hal itu disampaikan bupati melalui Sekda Tapsel Parulian Nasution saat membuka kegiatan uji kompetensi pengawas satuan pendidikan SD dan SMP, bertempat di aula kantor Bappeda Tapsel, Jalan Prof. Lafran Pane, Sipirok, Rabu (27/11/2019).

Diselenggarakannya uji kompetensi itu, menurut Parulian, disamping mendorong mutu pendidikan Tapanuli Selatan kedepan, juga menjadi evaluasi bagi potensi yang dimiliki pengawas kedepan untuk menentukan tingkat keberhasilan.

“Kegiatan ini merupakan kebutuhan yang sangat mendasar, dimana kompetensi pengawas dipertaruhkan untuk mendorong bagaimana kualitas pendidikan di Tapsel lebih baik. Apalagi, mengingat salah satu visi bupati adalah melahirkan masyarakat yang cerdas,” jelas dia.

Tapsel yang cerdas, tegas sekda, adalah tanggung jawab semua elemen daerah. Konsekuensi dari semua itu, maka perlu ada semangat tugas yang baik, motivasi kerja yang baik serta upaya-upaya bijak untuk manejemen tugas yang baik.

“Karenanya, fungsi dan peran pengawas berkompeten sangat dibutuhkan. Dari sisi monitoring dan evaluasi yang sudah dilakukan Bappeda, fungsi pengawas ini cenderung tidak terlihat secara signifikan dapat merubah mutu pendidikan di Tapsel,” ungkap Parulian.

Padahal, kata Parulian lagi, sebuah negara manapun ini tidak akan pernah bisa maju atau modern tanpa lebih dulu memperbaiki mutu pendidikan. Peradaban atau budaya sebuah negara, kata dia, sangat ditentukan dari keberhasilan pendidikan.

“Untuk itu, pengawas harus bisa melihat ini secara jernih dan diharuskan mempunyai akademisi yang kuat. Sebab, tak mungkin pengawas mampu mengawasi para guru yang mengajar, sedangkan pengetahuan akademisnya jauh lebih bagus dari pada pengawas itu sendiri,” paparnya.

Kadis Pendidikan, Amros Karang Matua menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindaklanjut Peraturan Menteri Pendidikan No.12/2007 tentang standar pengawas sekolah dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.15/2018 tentang pemenuhan beban kerja guru, kepsek, dan pengawas sekolah.

Ditambah lagi, menurut Amros, peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.16/2018 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.47/2016 tentang pedoman organisasi perangkat daerah bidang pendidikan dan kebudayaan.

“Peserta kegiatan terdiri dari pengawas SD sebanyak 40 orang, dan SMP berjumlah 22 orang. Mereka akan digembleng mulai 27 sampai 28 November 2019. Materi meliputi kompentesi surpervisi managerial, supervisi akademik, serta uji kompetensi penelitian pengembangan, berikut evaluasi pengawas,” jelasnya.

Amros menambahkan, dalam kegiatan ini akan ada juga sesi tes wawancara bagi para pengawas SD dan SMP tersebut, yang salah satu pewawancaranya adalah Sekda Tapsel, ditambah Inspektorat, dan Saulian Sabbih. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda