Pemkab Nias Peringati Hari Kartini ke-140

118

NIAS–SUMUT, BERITAANDA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias memperingati Hari Kartini ke-140 yang dilaksanakan oleh TP PKK Kabupaten Nias Terpadu dengan Dharma Wanita setempat, di Pendopo Bupati Nias, Jumat (3/5/2019).

Ketua TP.PKK Kabupaten Nias Tikna Murni S.Laoli menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan ini untuk mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang terkandung dalam sejarah perjuangan Raden Ajeng Kartini 140 tahun lalu, yang sudah mendobrak keterbelakangan dan keterkungkungan perempuan dengan slogan ‘habis gelap terbitlah terang’.

“Meningkatkan peran dan kedudukan kaum perempuan Indonesia dalam peningkatan keutuhan dan kesejahteraan keluarga serta masyarakat melalui kualitas pendidikan formal perempuan, dengan tujuan mendorong terwujudnya kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

Lanjutnya, selain meningkatkan kesetaraan hak dan kewajiban perempuan dan laki-laki dalam mengenyam pendidikan yang berkualitas serta instansi pemerintah dan non pemerintah, untuk menempatkan perempuan pada posisi pengambil kebijakan yang responsif gender.

Sementara Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli, MM dalam arahannya mengucapkan selamat merayakan HUT Kartini ke-140 yang dilaksanakan oleh TP.PKK Kabupaten Nias bersama dengan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Nias.

“Sejenak kita melihat kemasa silam, dimana kaum perempuan sangat terbatas. Perempuan tidak boleh keluar rumah, tidak boleh mengemban pendidikan dan dibelenggu oleh tradisi. Pada saat itu seperti kawin paksa dan tidak boleh mencampuri urusan pria,” terangnya.

Tambahnya lagi, penting bagi kaum perempuan Indonesia sebagai titik tolak perjuangan perempuan dalam memperoleh persamaan dan kesetaraan perjuangan oleh Raden Ajeng Kartini, guna semangatnya ditularkan kepada generasi penerus sehingga mucullah kartini-kartini sekarang.

Bupati juga menghimbau kepada kaum perempuan untuk mengenyam pendidikan yang setinggi-tingginya, karena itu adalah jendela dunia.

“Oleh karena itu, perempuan haruslah mampu menempatkan diri dan pandai mengatur waktu sehingga kepentingan umum dan kepentingan pribadi bisa berjalan dengan baik,” ujarnya. (Ganda)

Bagaimana Menurut Anda