Oknum Caleg DPRD Sumut Diduga Terlibat Money Politic, Uang Rp 60 Juta Diamankan

507

GUNUNGSITOLI–SUMUT, BERITAANDA – Salah seorang oknum calon anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dapil 8 nomor urut 5 dari Partai Gerindra diamankan Satreskrim Polres Nias bersama Bawaslu Kota Gunungsitoli, diduga melakukan money politic (politik uang).

Berdasarkan keterangan PS. Paur Subbag Humas Polres Nias Bripka Restu Gulo ketika dikonfirmasi mengatakan, pada Selasa (16/4/2019) sekira pukul 02.00 Wib, personel Sat Reskrim Polres Nias mendapatkan informasi tentang adanya dugaan politik uang pada salah seorang calon anggota (caleg) DPRD Propinsi Sumatera Utara dapil 8 (Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat dan Kabupaten Nias Selatan) dari Partai Gerindra nomor urut 5 berinisial DRG.

“Menindaklanjuti informasi tersebut, personel kita melakukan penyelidikan dan melihat adanya aktifitas yang tidak wajar di Posko Relawan Caleg Provinsi Sumatera Utara dari Partai Gerindra tersebut. Lalu  personel pun melakukan koordinasi dengan Bawaslu Kota Gunungsitoli,” kata dia.

Selanjutnya, personel mengikuti 1 unit sepeda motor yang keluar dari posko relawan yang terletak di Pasar Kota Gunungsitoli.

Sesampainya di Jalan Sisingamangaraja, tepatnya di simpang Tandrawana, tim memberhentikan  pengendara sepeda motor yang diketahui dikendarai oleh berinisial MH alias Ama Wiwin Harefa (37), warga Dahadano Desa Sisarahili Kecamatan Namohalu Esiwa Kabupaten Nias Utara, serta KT alias Kesa (18) warga Desa  Fadoro Lasara Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli, dan menyuruh membuka jok sepeda motornya.

“Di dalam jok sepeda motor tersebut ditemukan 1 (satu) blok uang sebesar Rp20 juta yang terdiri dari uang pecahan Rp20 ribu. Dan mereka mengakui kalau uang itu diambil dari posko relawan caleg Provinsi Sumatera Utara dari Partai Gerindra nomor urut 5 yang diserahkan oleh FL alias ama Eva (55), beralamat di Dahadano Desa Sisarahili Kecamatan Namohalu Esiwa Kabupaten Nias Utara,” paparnya.

Kemudian, personel mengamankan dan membawa MH dan KT kembali ke posko relawan caleg DPRD Provinsi Sumut. Ketika berada di posko tim bertemu dengan DRG.

“Ketika ditanya oleh tim, DRG mengakui kalau telah menyerahkan uang kepada FL sebesar Rp60 juta untuk keperluan pemilihan dirinya di wilayah Kecamatan Namohalu Esiwa,” ungkap dia.

Lanjutnya, tim kembali melakukan pencarian terhadap FL dan berhasil mengamankannya ketika sedang mengendarai sepeda motor. Ketika diperiksa, tim menemukan uang tunai sebesar Rp40 juta.

“FL mengakui kalau uang tersebut diterima dari DRG untuk dibagikan kepada pemilih di wilayah Kecamatan Namohalu Esiwa dan Kecamatan Lahewa Timur dengan jumlah pemilih sebanyak 2.400 orang, serta besar uang yang akan dibagikan setiap orangnya adalah sebesar Rp20 ribu dengan total sebesar Rp48 juta. Sedangkan Rp12 juta untuk uang minyak tim yang bekerja di lapangan,” terang Restu.

Guna penyelidikan lebih lanjut, ke-4 (empat) orang beserta barang bukti berupa uang sebesar Rp60 juta terdiri dari uang pecahan Rp20 ribu, kwitansi tanda terima uang, catatan jumlah pemilih setiap desa di wilayah Kecamatan Namohalu Esiwa dan Kecamatan Lahewa Timur, daftar nama-nama pemilih pasti di wilayah Kecamatan Namohalu Esiwa dan Kecamatan Lahewa Timur, 1 buah laptop merk Acer berwarna gold, 1 buah printer merk Pixma berwarna hitam dan 2 unit sepeda motor.

“4 orang yang diamankan tersebut dibawa ke Polres Nias untuk dilakukan interogasi awal dan selanjutnya akan diserahkan ke Bawaslu Kota Gunungsitoli,” ungkapnya. (Ganda)

Bagaimana Menurut Anda