Musim Penghujan Tiba, Lahan Sahang di Bukit BBI Rawan Rusak Kelestarian Alam Sekitar

451
Kondisi kebun sahang di lereng bukit jalan BBI Sekadau. (BERITAANDA)

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Geliat pertanian di Kabupaten Sekadau saat ini cukup meningkat. Di usianya yang ke-16, masyarakat Kabupaten Sekadau semakin produktif dalam pertanian.

Namun dalam membuat lahan pertanian tersebut, terkadang pemilik lahan tidak begitu menghiraukan aspek dampak lingkungan sekitar. Salah satunya lahan pertanian sahang di Jalan Balai Benih Ikan (BBI) KM 07 Desa Mungguk Kecamatan Sekadau Hilir.

Pantauan BERITAANDA, lahan agronomi tanaman jenis sahang milik warga berada tepat di lereng tanah perbukitan. Deretan – deretan tunjar sebagai penyangga akar sahang terlihat berbaris rapi di lereng yang telah digarap dan betingkat – tingkat sampai pada puncak bukit.

Di bagian bawah, sudah disediakan akses jalan yang cukup lebar. Tentunya, akses jalan itu akan memudahkan pemilik kebun untuk mengangkut lada hasil panen di kebun yang berada di dataran tinggi itu. Sedangkan di bagian bawah perkebunan, terlihat lahan kosong warga yang masih hijau, dan hutan yang masih asri. Kemudian di bagian akes keluar jalan perkebunan ini menuju jalan BBI, terlihat pula tumpukan batu pecah serta tumpukan pasir.

Barang kali, material yang biasanya digunakan untuk konstruksi pembangunan jalan rabat beton tersebut akan digunakan pemilik lahan untuk membangun akses jalan.

Beberapa warga yang melintas di jalan BBI saat ditanyai BERITAANDA mengenai lahan pertanian sahang tersebut, mengatakan bahwa kebun ini belum lama dibuat oleh pemiliknya.

“Baru tahun ini ada. Dulu lahan ini bukit, banyak kayu. Jadi kalau hujan, tanah tidak longsor ke bawah atau ke sawah di bawah,” ujar warga yang melintas, yang sepertinya baru pulang dari aktifitas menoreh di kebun karet sekitar BBI.

Tumpukan material di pertigaan akses jalan menuju kebun sahang dan jalan BBI Sekadau. (BERITAANDA)

Menurut warga, di musim penghujan saat ini, lereng bukit yang sudah ditanami sahang dengan kondisi kontur tanah yang menjulang tinggi dan telah digarap, mengakibatkan air dari lereng bukit itu turun ke bawah dengan kondisi keruh dan rawan terjadi longsor.

Terlebih, kata dia, dibagian bawah perbukitan ini terdapat sumber air menyerupai anak sungai. Sebelum diproses sedemikian rupa, menurut warga, pemilik lahan memberikan tanah yang digarap tersebut untuk penimbunan jalan BBI yang akan dibangun menuju Dusun Pangkin Desa Mungguk.

Penasaran dengan pemilik lahan ini, BERITAANDA mencoba mencari informasi ke masyarakat. Pada akhirnya ditemukan warga yang enggan namanya dipublikasi, namun mengaku mengetahui pemilik lahan itu.

“Milik Kepala Dinas PU Sekadau, saya diminta bantu untuk mengawasi alat berat melakukan pekerjaan di lahan itu,” ujarnya. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda