Musim Hujan Tiba, ‘Nawan Tiyong’ Menjamur

519
Jamur (cendawan) nawan tiyong hasil memungut di kebun karet.

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Daerah talang (dataran tinggi), khususnya mulai dari Desa Serikembang sampai ke Tebedak Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumatera Selatan (Sumsel) masih banyak sekali terdapat hutan yang cukup lebat. Meskipun hutan-hutan itu sudah banyak berubah pepohonannya lantaran pembukaan lahan kebun karet, ternyata menyimpan begitu banyak manfaat lain bagi warga setempat.

Semisal apa yang dirasakan oleh Nistiana, warga Desa Tebedak I Kecamatan Payaraman.

Datangnya musim hujan, selain membawa kesejukan alam sekitar, juga memberikan manfaat lain, yakni banyak bertumbuhan jamur (cendawan) di kebun karet miliknya.

“Kami menyebutnya ‘nawan tiyong’ pak. Jika dimasak, sangat enak di lidah,” ujarnya saat dibincangi BERITAANDA, Kamis (5/12/2019).

Jamur nawan tiyong dimasak dengan cara ditumis, menggugah selera.

Dijelaskan perempuan ini lagi, jamur tersebut saat ini banyak tumbuh di sekitar pohon karet di kebun miliknya. Dan jika dikumpulkan, bisa sampai 1 karung besar. Namun karena tumbuhnya tak hanya di kebunnya saja, jamur yang ditemukannya tersebut hanya dikonsumsi secara pribadi, tidak untuk dijual.

“Hampir tumbuh di setiap kebun karet milik warga. Jadi kami hanya konsumsi pribadi. Lumayanlah bisa jadi alternatif untuk lauk pauk sehari-hari,” pungkas dia.

Diketahui, warga daerah ini menyebut jamur tersebut dengan sebutan nawan tiyong (belum diketahui nama ilmiahnya). Saat ini memang sangat mudah dijumpai, khususnya di perkebunan milik warga. Jamur berwarna merah kekuningan itu biasanya tumbuh selepas musim kemarau, atau bila musim hujan tiba. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda