Miniatur Masjid Raya Sidimpuan Berdiri Kokoh di FBO2T

408
Miniatur Masjid Raya Al Abror Kota Padangsidimpuan tampak dipajang dan dipromosikan di stand pemkot setempat, bagi pengunjung FBO2T, di Alaman Bolak, Sidimpuan.

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Miniatur masjid raya kebanggan masyarakat Kota Padangsidimpuan terlihat berdiri kokoh di salah satu stand Festival Budaya dan Oleh-oleh Tabagsel (FBO2T) tahun 2019, atau tepatnya di Alaman Bolak, Padangsidimpuan.

“Miniatur ini hasil kerajinan tangan kelompok Industri Kecil Menengah (IKM) Smile Desa Sigulang, Sidimpuan Tenggara,” ungkap Kabid Perindustrian Dinas Perdagangan Sidimpuan, Deni Afnita Siregar, saat ditemui wartawan di stand pemkot setempat, Jumat (20/12/2019).

Dikatakannya, hasil olah tangan kreatif tersebut berbahan baku koran bekas. Berkat tangan-tangan terampil, barang bekas itu justru disulap hingga bernilai ekonomis dan mempunyai daya seni artistik. Setiap mata, terutama umat Islam, diyakini suka terhadap benda serupa masjid ini.

“Kelompok IKM Smile Sigulang terbilang jeli memanfaatkan barang bekas yang bagi banyak orang cuma digunakan sebagai kertas pembungkus. Dipandang menarik, olah tangan mereka ini pun kita boyong ke stand Pemkot Padangsidimpuan,” ujarnya.

Bagi orang belum terlatih, membuat miniatur ini memang terbilang rumit. Tapi di tangan mereka yang telah terampil, hal itu tergolong mudah. Bahan yang dipakai adalah koran yang dilinting bulat, lalu dirangkai sedemikian rupa hingga dibuat semirip mungkin dengan bentuk aslinya.

IKM Smile sendiri, jelas Deni Afnita, merupakan binaan Dinas Perdagangan. IKM Smile satu dari dua ribuan IKM panganan serta IKM kerajinan. Namun, karena keterbatasan luas ruang stand di FBO2T, pihaknya hanya bisa mengakomodir dan mempromosikan dua puluhan hasil IKM.

“Selain kerajinan tangan IKM Smile, produk lainnya yang kita promosikan disini meliputi miniatur becak karya IKM Palma Kreative asal Sidimpuan Hutaimbaru, asbak rokok dari IKM Cok Asbak yang keanggotaannya didominasi disabilitas dari Sidimpuan Utara,” urai Deni.

Ada pula Singengu Textil dari Desa Aek Bayur dengan produk kain tenunnya, Sepatu Makcut dengan kerajinan sepatunya. Ditambah lagi tempurung (teko talam dan celengan) yang diproduksi di Salambue, Sidimpuan Tenggara, dan sejumlah produk kerajinan lainnya. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda