Desa Melati II Adakan Pelatihan Wisata Ternak dan Pengolahan Tradisional Kuliner

216

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Kehadiran Program Pilot Inkubasi Inovasi Desa, Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PEL) dari Kementerian Desa (Kemendes) RI akan mampu memberikan dampak positif bagi pengembangan ekonomi masyarakat desa, seperti meningkatkan omset usaha masyarakat, lapangan kerja, Pendapatan Hasil Daerah (PAD) serta produksi dan produktivitas produk unggulan desa oleh kemitraan serta menguatkan peran lembaga ekonomi desa.

Maka dari itu, Desa Melati II Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang juga merupakan desa wisata tani mengadakan pelatihan pengolahan tradisional kuliner, bertempat di aula kantor Desa Melati II, dan Pelatihan Wisata Ternak di Dusun Durian, diikuti oleh warga setempat dari tanggal 19 sampai 21 Desember 2019.

Supardi selaku kepala desa (kades) mengatakan bahwa, diadakannya pelatihan ini sesuai dengan program dari Kemendes PIID-PEL yang tujuannya meningkatkan kapasitas masyarakat kelompok usaha dan lembaga ekonomi desa, dalam rangka memperkuat mata rantai unggulan desa.

“Desa wisata tani ini mempunyai 4 spot unggulan, diantaranya adalah Palungguhan Toh Joyo yang mempunyai 243 miniatur candi se-Nusantara serta memiliki kelompok usaha ternak kambing etawa, kebun jeruk petik sendiri (JPS) dan objek wisata Panteng Kleset. Desa Melati II masuk nominasi sebagai desa terbaik kelima yang memenangkan dua kategori dari 126 desa terbaik pembinaan Kemendes se-Indonesia,” jelas dia menerangkan.

Sementara Mhd Safrizal selaku Inkubator Desa Melati II mengatakan, pelatihan yang dilakukan ini tidak hanya seremonial belaka demi mempertahankan dan menjaga etos untuk Indonesia sebagai negara yang unggul, sesuai arahan dari Menteri dan Wamendes serta Direktur Ekonomi Pengembangan Desa Bapak Nugroho.

Samsul Sijabat selaku Ketua Pokja PIID-PEL menyebutkan, pelaksanaan kegiatan desa wisata tani ini merupakan program PIID-PEL dari Kementerian Desa yang diaksanakan di 126 desa se-Indonesia.

Ia juga memaparkan, pelatihan wisata ternak ini untuk meningkatkan SDM dengan visi Indonesia maju dan berkesinambungan, bagaimana menciptakan kompos untuk menjadi pupuk serta mengolah ternak yang ada untuk berinovasi, evaluasi, pengembangan dan penguatan,” ucap Samsul Sijabat. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda