Minat Investasi Meningkat, Transaksi Pasar Modal Lampung Capai Rp23,3 Triliun

5

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Perkembangan pasar modal di Provinsi Lampung menunjukkan tren positif sepanjang April 2026. Hal tersebut disampaikan Kepala Wilayah Lampung Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia, Hendi Prayogi, dalam kegiatan Media Gathering Otoritas Jasa Keuangan di Grand Mercure Lampung, Selasa (19/5/2026).

Hendi Prayogi menjelaskan, anggota bursa di Provinsi Lampung saat ini terdiri dari sembilan perusahaan sekuritas serta satu manajer investasi, yakni Sinarmas Asset Management.

Selain itu, jumlah Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia di Provinsi Lampung juga terus berkembang. Tercatat terdapat 15 galeri investasi di perguruan tinggi, dua galeri di pemerintah kabupaten/kota, delapan galeri investasi desa, serta empat Galeri Investasi Edukasi.

“Pertumbuhan investasi pasar modal di Provinsi Lampung hingga April 2026 mencapai 673.737 investor, dengan penambahan investor pasar modal selama April 2026 sebanyak 210.000 investor,” terang Hendi.

Sementara itu, jumlah investor saham di Provinsi Lampung hingga April 2026 tercatat mencapai 208.423 investor, dengan penambahan investor saham sebanyak 22.695 investor selama April 2026.

Berdasarkan profil usia, investor pasar modal di Provinsi Lampung didominasi kelompok usia 18 hingga 25 tahun sebesar 38,4 persen. Disusul usia 26 hingga 30 tahun sebesar 26,3 persen, usia 31 hingga 40 tahun sebesar 22,2 persen, serta usia di atas 40 tahun sebesar 13,1 persen.

Dari sisi pekerjaan, investor di Provinsi Lampung paling banyak berasal dari kalangan karyawan swasta sebesar 35 persen, diikuti pengusaha 18 persen dan pelajar sebesar 17 persen.

Hendi juga menyampaikan, nilai transaksi pasar modal di Provinsi Lampung hingga April 2026 mencapai Rp23,3 triliun. Sebaran investor terbesar berada di Bandar Lampung dengan persentase 28 persen, sedangkan sebaran investor terkecil berada di Kabupaten Pesisir Barat sebesar 1 persen.

“Ini menunjukkan minat masyarakat terhadap investasi pasar modal terus meningkat dan semakin merata di Provinsi Lampung,” tutup Hendi. (*)

Bagaimana Menurut Anda