Kinerja Pasar Modal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

6

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Gejolak di pasar modal dinilai hanya bersifat sementara dan lebih banyak dipengaruhi sentimen eksternal. Sementara itu, fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat sehingga mampu menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif.

Hal tersebut disampaikan Kepala Direktorat Analisis dan Manajemen Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Bayu Samudro, dalam kegiatan ‘Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu 2026’ bersama media yang digelar OJK Lampung di Grand Mercure Lampung, Selasa (19/5/2026).

Bayu menjelaskan, di tengah dinamika pasar global, sejumlah indikator ekonomi Indonesia masih menunjukkan tren positif. Kondisi tersebut mencerminkan ketahanan fundamental ekonomi domestik yang tetap terjaga.

“Sejumlah indikator kinerja utama pasar modal Indonesia terus menunjukkan peningkatan yang kuat. Ini menjadi cerminan bahwa lanskap ekonomi domestik Indonesia masih cukup solid,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, jumlah investor pasar modal Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama dari kalangan investor ritel domestik yang didominasi generasi muda berusia di bawah 30 tahun.

Menurutnya, jumlah investor saat ini telah melampaui 25 juta investor dengan pertumbuhan dua digit dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam kesempatan itu, OJK turut memaparkan sejumlah rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia, diantaranya:

  • Kebijakan baru free float
  • Transparansi ultimate beneficial owner
  • Penguatan data kepemilikan saham
  • Demutualisasi Bursa Efek
  • Penegakan peraturan dan sanksi
  • Penguatan tata kelola emiten
  • Perencanaan pasar modal secara terintegrasi
  • Kolaborasi dan sinergi dengan seluruh stakeholder

Melalui berbagai langkah tersebut, OJK berharap pasar modal Indonesia semakin kuat, transparan, dan mampu menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. (*)

Bagaimana Menurut Anda