Mencekam! Simulasi Rusuh, Polisi Amankan Aksi Pengacau Pemilu

296

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Suasana penyelenggaraan pemilu di tempat pemungutan suara (TPS), yang tadinya aman dan tertib berubah tidak kondusif. Kendati tidak terdaftar di daptar pemilih (DPT), salah satu oknum masyarakat keukeh ingin tetap memilih di TPS tersebut.

Meski sudah diberi penjelasan oleh petugas kelompok panitia pemungutan suara (KPPS), oknum tersebut terus memaksa agar diperbolehkan ikut mencoblos. Dia berdalih, identitas kependudukan (KTP) yang ia miliki adalah dasar ia dapat memilih di TPS setempat.

Saat tensi suasana mulai tegang, polisi yang bertugas di sekitar TPS pun turun membantu. Namun, adu argumentasi terus berlangsung antara pihak KPPS dibantu polisi dengan si oknum. Terus ngotot dan mulai mengganggu aktivitas pemilu, polisi akhirnya menahan orang itu.

Situasi kembali tenang, proses pemilu kembali berlanjut hingga memasuki tahap penghitungan suara. Perdebatan kembali pecah, berhubung waktu telah memasuki pukul 24.00 Wib, sesuai ketentuan petugas KPPS umumkan penghitungan dilanjutkan keesokan harinya.

Masyarakat tidak terima dan memaksa, sampai membentak-bentak petugas KPPS untuk tetap melanjutkan proses penghitungan malam itu juga. Polisi lalu datang dan menengahi permasalahan. Sesuai kesepakatan bersama, akhirnya malam itu juga penghitungan suara dituntaskan.

Keonaran ternyata tidak berhenti sampai disitu. Meski pergeseran kotak suara dari TPS dikawal polisi, Linmas dan petugas KPPS setempat, sekelompok orang tiba-tiba muncul menghadang ingin merampas kotak suara yang hendak dibawa ke gudang desa.

Tarik menarik kotak suara pun tidak terhindarkan, bahkan sempat terjadi perkelahian sekelompok massa dengan petugas KPPS dibantu Linmas. Beruntung petugas kepolisian sigap, dan berhasil mengamankan orang-orang pembuat onar tersebut.

Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padangsidimpuan juga tidak luput dari kekacauan. Merasa ada ketidaksesuaian hasil rekapitulasi suara di KPU berdasarkan hasil di tingkat TPS dan PPK, sejumlah massa melontarkan ungkapan rasa keberatan.

Disini tensi massa terasa memanas, mereka bahkan sampai membanting kursi KPU dan berteriak dengan kata-kata kasar dan tidak pantas. Mereka meminta dilakukan penghitungan suara ulang. Merasa aspirasinya tidak tersahuti, kerusuhan pecah, massa bertindak beringas.

Peleton Dalmas Awal yang diturunkan tidak mampu menghalangi massa yang semakin bertambah karena tersulut emosi. Antisipasi keadaan, polisi melakukan penambahan personel dengan peralatan yang lebih lengkap. Namun, tindakan ini justru memicu massa semakin menggila.

Berbagai upaya terus dilakukan aparat keamanan, termasuk di dalamnya penambahan personel bersenjata lengkap hingga menembakkan water canon, namun tetap saja amarah massa belum bisa dibendung. Suasana kian mencekam, massa semakin brutal dan mulai melakukan pembakaran.

Selang berlanjut kemudian, berkat kegigihan aparat keamanan yang tak mau menyerah dan terus merangsek masuk ke kerumunan. Konsentrasi massa akhirnya pecah, suasana mulai dapat dikendalikan. Sejumlah oknum diduga biang kerusuhan diamankan dan dibawa ke Mapolres setempat.

Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya mengatakan, ini adalah bagian dari antisipasi gangguan pemilu. Dikemas dalan simulasi sistem pengamanan (sispam) jelang perhelatan pemilu 2019. Sispam ini memperagakan terjadinya konflik sesaat setelah terjadinya pemilu.

Simulasi yang dihadiri Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution, serta Ketua DPRD Taty Aryani Tambunan ini diadakan di Stadion HM Nurdin, Jalan Mangaraja Maradat, Kelurahan Ujung Padang Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Kota Padangsidimpuan, Sabtu (30/3/2019).

Pada kesempatan itu, AKBP Hilman mengungkapkan harapannya kepada semua komponen masyarakat, baik instansi maupun orang perorang untuk ikut andil mensukseskan perhelatan pemilu mendatang, khususnya di Kota Padangsidimpuan.

Kepolisian, kata dia, siap menghadirkan keamanan bagi masyarakat yang akan menyalurkan aspirasi suaranya. Ia juga menegaskan, tak boleh ada gangguan dari siapapun. Dan jika itu terjadi, pihaknya akan menindak tegas setiap pelaku yang ingin mengacaukan pemilu. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda