Maksimalkan Digitalisasi Perbankan Hadapi Resesi dan Mitigasi Potensi Ekonomi

19

PALEMBANG, BERITAANDA – Resesi ekonomi sepertinya tidak bisa dihindarkan lagi, karena dua bulan berturut-turut pertumbuhan ekonomi nasional minus akibat dampak pandemi Covid-19.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pihaknya melakukan update proyeksi perekonomian Indonesia untuk tahun 2020 secara keseluruhan menjadi minus 1,7 persen sampai minus 0,6 persen.

Menghadapi resesi ekonomi ini, Bank Sumsel Babel (BSB) memacu digitalisasi perbankan semakin cepat karena harus mengikuti perkembangan zaman, juga efektivitas kerja di tengah kondisi pandemi.

Direktur Utama BSB, Achmad Syamsudin mengatakan, digitalisasi perbankan perlu dilakukan karena saat ini aktivitas perbankan yang dilakukan offline, khususnya nasabah menabung, buka rekening, tarik tunai dan lainnya sudah jauh berkurang karena sudah memanfaatkan teknologi digitalisasi seperti mobile banking, SMS banking, serta internet banking.

Untuk mendukung kenyamanan nasabah bertransksi non tunai, BSB juga sudah meluncurkan QRIS yang memungkinkan nasabah bertransaksi secara digital dan tetap di rumah saja sehingga merasa aman dan nyaman.

“Kedepan, BSB akan mengembangkan tanda tangan digital sehingga pimpinan yang bekerja di rumah atau di luar kota tetap bisa bekerja mengeluarkan kebijakan tidak harus ke kantor,” ujar Syamsudin, Selasa (29/9/2020).

Tanda tangan digital ini juga kedepan akan dikembangkan untuk layanan nasabah, sehingga memberikan manfaat yang sama yakni tidak harus bertatap muka langsung ke kantor karena transaksi juga bisa dilakukan via digital.

Dari sisi ketahanan ekonomi, Syamsudin menilai Indoensia negara yang kuat karena sudah beberapa kali diterpa krisis ekonomi dan bisa dilalui semua itu. Mulai dari krisis moneter 1998 lalu yang merusak sisi menoter, namun dari sisi UMKM tetap bagus dan berjalan dengan baik. Begitu juga dengan krisis 2005, pemerintah juga berhasil melalui krisis tersebut dan resesi tahun yang diprediksi pasti menghampiri negeri ini juga dipastikan bisa dilalui dengan baik.

BSB secara khusus akan melakukan mitigasi sektor mana saja yang terdampak resesi dan sektor mana yang tidak terdampak. Sektor yang tidak terdampak ini misalnya UMKM akan terus dikejar produktivitasnya dengan dukungan modal usaha.

“Orang Indonesia itu kreatif semua, kalau ekonomi sulit di satu titik, maka mereka akan mencari celah dan peluang di titik lain, sehingga bisa tetap tumbuh dan begerak,” ujar Syamsudin. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda