Longsor, Kondisi Kelistrikan Lampung Defisit Daya

224
Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Dalam kurun waktu belakangan ini, curah hujan di wilayah Provinsi Lampung cukup tinggi. Hingga mengakibatkan beberapa titik di wilayah Lampung mengalami banjir.

Hal serupa juga terjadi di wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Way Besai yang berada di Lampung Barat. Akibat tingginya curah hujan di wilayah tersebut, mengakibatkan terjadinya longsor di daerah hulu PLTA Way Besai.

Longsornya lahan di daerah tersebut mengakibatkan sampah-sampah yang ada di lahan itu hanyut ke bendungan air PLTA Way Besai. Sampah-sampah yang hanyut mengakibatkan air di bendungan Way Besai menjadi keruh. Sehingga dengan kondisi air yang keruh dan bercampur sampah-sampah tersebut tidak direkomendasikan untuk mengoperasikan turbin di PLTA Way Besai. Akibat dari kondisi itu, PLTA Way Besai dengan terpaksa di non aktifkan sementara.

Kondisi pembangkit tersebut mengakibatkan daya mampu listrik di Lampung saat ini menjadi sebesar 918 MW, sedangkan kondisi beban puncak untuk Provinsi Lampung sebesar 978 MW. Dengan demikian kondisi kelistrikan Lampung saat ini tengah mengalami defisit daya sebesar 60 MW.

“Adapun upaya recovery yang dilakukan oleh PLN, yakni sedang melaksanakan percepatan pembersihan sampah-sampah di waduk di saluran masuk dan keluarnya air di PLTA Way Besai, serta proses pengerukan sedimentasi. Pelaksanaan upaya tersebut diperkirakan akan selesai dalam waktu 7 hari kedepan,” ujar Junarwin selaku PLT Manager Komunikasi PT PLN (Persero) UID Lampung.

Selanjutnya, untuk kemudahan informasi dan layanan silahkan hubungi contact center PLN di telepon (0721)123, website www.pln.co.id, email pln123@pln.co.id, facebook PLN 123 dan twitter @PLN123.

Informasi jadwal pengurangan beban dan pemadaman terencana dapat dilihat di facebook PLN Distribusi Lampung. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda