Lestarikan Permainan Tradisional, Askiman Ajak Masyarakat Dayak Kembangkan Pangkak Gasing

374

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Wakil Bupati Sintang Askiman mendorong masyarakat Dayak di mengembangkan lomba pangkak gasing.

Wabup menyampaikan, lomba pangkak gasing yang dilaksanakan pada Pekan Gawai Dayak ke-VIII sangat luar biasa. Ini merupakan perlombaan tradisional khas bagi masyarakat Dayak yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.

“Nanti kita akan kembangkan berbagai kategori, kalau inikan ketepatan memangkak, belum lagi nanti  kita mengundi dengan gasing siapa yang lebih lama berputar, terus pangkak gasing pangkak kena atau tidak itu yang lama berputar juga,” kata Askiman, Sabtu (13/7/2019).

Ia berharap tahun ini Betang Tampun Juah selesai hingga seratus persen, termasuk penataan halaman agar pangkak gasing dan permainan tradisional lainnya dapat terus dilestariakn dengan rutin latihan bersama.

“Mudah-mudahan tahun ini Betang kita udah jadi, pentaan sudah jadi, pangkak gasing akan jadi semakin meriah lagi. Dan terimakasih bagi yang sudah menjadi juara, berati kalian boleh jadi pemenang, kalian terampil dan kalian boleh melestarikan pangkak gasing ini,” tambahnya.

Askiman juga mengucapkan terima kasih untuk para panitia yang luar biasa telah mengatur semuanya, sehingga semua perlombaan dapat berjalan dengan aman dan lancar. Semua tidak luput dari kerja keras panitia.

Selaku koordinator lomba pangkak gasing, Eko Bambang Hartoyo mengatakan, lomba ini guna melestarikan adat budaya, yang merupakan salah satu turunan nenek moyang zaman dulu.

“Kita menggunakan gasing berbentuk jantung dengan ukuran 6-12 cm yang terbuat dari kayu keras. Jarak lingkaran dari garis tempat peserta berdiri adalah 2 meter. Dalam lomba pangkak gasing, yang dinilai adalah gasing pemasang harus dikenakan dan dikeluarkan dari lingkaran oleh gasing pemangkak. Sehingga gasing pemangkak dapat nilai 10 dan gasing pemasang dapat nilai nol,” kata dia menjelaskan.

“Tetapi jika gasing pemasang yang dipangkak tidak kena dan masih berputar, maka gasing pemasang dapat nilai 10 dan gasing pemangkak dapat nilai nol. Jika gasing pemasang di pangkak lalu keluar lingkaran, sedangkan gasing pemangkak juga keluar lingkaran, maka keduanya dapat nilai 5,” terang Eko lagi.

“Saya berharap putra putri Dayak, khususnya di Kabupaten Sintang, lebih mencintai adat budaya, terutama permainan tradisional. Salah satunya pangkak gasing, karena ini merupakan permainan putra putri Dayak pada zaman dulu yang dapat memupuk kebersamaan antar sesama,” pungkas dia. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda