Kurniawan: Hoax Adalah Common Enemy Yang Harus Dilawan Bersama

167

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Bupati Sintang melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Kurniawan,S.Sos.M.Si membuka kegiatan pendidikan deteksi hoax dan kampanye publik anti hoax yang dilaksanakan Ikatan Jurnalis Sintang (IJS) dengan menghadirkan narasumber dari Hoax Crisis Center (HCC) Kalbar, yakni Oscya Ade Cp dan Ramses Tobing, di aula Diskominfo Kabupaten Sintang, Sabtu (30/3/2019) pagi.

Dalam sambutannya, Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Kurniawan mengatakan, kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik terselenggaranya kegitan pendidikan deteksi hoax yang juga dilanjut dengan kampanye public anti hoax.

“Karena hoax itu sudah dipahami sebagai common enemy atau musuh bersama bangsa. Dan apa yang dilakasankan Ikatan Jurnalis Sintang (IJS) ini adalah sebagai terobosan yang sangat baik dan patut didukung oleh semua, sebab memberikan sebuah tawaran forum yang baik yakni melakukan pendididikan deteksi hoax,” jelas dia.

Hoax itu berasal dari kata hocus yang artinya menipu secara etimologi, tindakan-tindakan orang yang ingin menipu itu dinamakan hoax, tapi secara terminology hoax itu adalah memanipulasi kognisi seseorang atau sekelompok orang, agar orang tergiring untuk menerima sebuah data dan informasi sehingga informasi itu ditelan mentah-mentah tanpa adanya klarifikasi.

Lanjut Kurniawan, mengapa hoax dikatakan sebagai common enemy atau musuh bersama, karena dampak dari pada hoax itu bisa menimbulkan efek negatif yang berlipat-lipat. Seperti bisa membunuh karakter dan reputasi seseorang, kemudian hoax ini sangat efektif membuat konflik sosial, hoax juga akan memecah belah persatuan dan kesatuan, serta hoax juga sangat efektif menggangu dan merusak produktivitas masyarakat Indonesia sebagai sebuah bangsa.

“Sehingga kata kunci dari kegiatan ini adalah deteksi yakni menemukan dan mengenali, artinya di forum ini kita akan tahu apa karakter hoax, apa ciri-cirinya, seperti apa berita dianggap hoax. Maka pendidikan hari ini sangat impratif, positif dan konstruktif,” kata Kurniawan.

Untuk itu Kurniawan berharap usai kegiatan ini peserta yang ikut harus menjadi agen anti hoax dan yang penting adalah bagaimana menumbuhkan ketidaksukaan terhadap hoax, sehingga itu menjadi modal besar dalam diri sendiri.

Sementara itu Ketua Ikatan Jurnalis Sintang (IJS) Herry Lingga mengatakan, pendidikan deteksi hoax yang digelar ini adalah sebagai upaya untuk memberikan ruang atau kesempatan kepada masyarakat yang ikut agar lebih mengetahui seperti apa hoax, baik itu bagaimana hoax dibuat, ciri-ciri hoax seperti apa, dan bagaimana hoax itu disebarkan.

“Ini merupakan langkah awal kita untuk mendeteksi hoax yang sangat berbahaya sekarang ini, terlebih menjelang pemilu, sehingga para peserta yang ikut ini bisa menjadi agen anti hoax, baik bagi dirinya sendiri dan masyarakat. Karena yang hadir ini ada dari pelajar, mahasiswa, LSM dan unsur TNI/Polri,” kata Lingga.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasdim 1205/Sintang Mayor Inf. Supriyono, Kabag Ops Polres Sintang Kompol Koster Pasaribu, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sintang Syahroni, dan Jaksa Funsional pada Bidang Datun Kejari Sintang M. Fauzi Rahmat. (Arni/Humas Pemkab Sintang)

Bagaimana Menurut Anda