Kukuhkan Tim Saber Pungli, Syahrul Ingatkan OPD Taat Azas

279

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Syahrul M. Pasaribu mengukuhkan 20 orang tim saber pungli, bertempat di aula Sarasi II, kantor Bupati Tapsel, Sipirok, Kamis (1/8/2019). Kompol Jumanto yang juga Wakapolres didapuk sebagai ketua tim.

Dasar pelaksaaan kegiatan adalah surat Keputusan Bupati Tapsel No. 188.45/71/KPTS/Tahun 2019 tanggal 17 Januari 2019, tentang perubahan Keputusan Bupati Tapsel No. 188.45/96/KPTS/Tahun 2019 tentang pembentukan satuan tugas sapu bersih pungutan liar di Kabupaten Tapsel.

Menurut Syahrul, dibentuknya tim saber pungli ini merujuk Perpres No. 87 Tahun 2016 tentang satuan tugas sapu bersih pungutan liar. Dan, dibentuknya tim ini menjadi lebih taat azas dan taat aturan. Karena, langkah ini cara mengatasi atau mencegah dari semua lini kehidupan agar terhindar dari pungli.

“Dengan pengukuhan ini, semoga bisa meningkatkan dan memperkokoh tekad kita terkhusus untuk seluruh OPD agar mengindahkan apa yang sudah menjadi ketentuan,” ujar bupati menyebut upaya di dalam internal sudah lebih dahulu diselenggarakan atau diupayakan.

Upaya yang Syahrul maksud, digelarnya sosialisasi tiga zona yakni di Kecamatan Sipirok, Kecamatan Batangtoru dan Kecamatan Batang Angkola. Tujuannya, sebagai upaya pemerintah agar semua program dari Pemerintah Tapsel dapat berjalan dengan baik.

Dia pun mengungkapkan, hampir dua tahun ini sistem pengelolaan keuangan Kabupaten Tapsel telah menerapkan transaksi non tunai (TNT) yang bertujuan agar laporannya lebih akurat dan transparan.

Hal itu selaras dengan surat edaran Mendagri No. 910/1867/SJ/Tahun 2017 tanggal 17 April 2017 tentang implementasi transaksi non tunai pada pemerintah daerah kabupaten/kota, yang ditindak lanjuti dengan instruksi Bupati Tapsel No. 188.45/02/INS/Tahun 2017 tanggal 2 November 2017 tentang pelaksanaan transaksi non tunai.

Karenanya, bupati mengharapkan usai dikukuhkannya tim UPP saber pungli ini, nantinya bisa bekerja dan bersinergi dan berhasil menjalankan tugas dengan baik sesuai dengan tupoksi dan sifat terbuka. Sehingga, tidak ada lagi yang menjadi operasi tangkap tangan (OTT) di semua sektor pemerintahan.

Ketua Tim UPP Saber Pungli Kabupaten Tapsel, Kompol Jumanto menjelaskan, prioritas tim saber pungli sendiri ialah melakukan pencegahan, menghimbau atau mengajak kepada semua aparatur negara untuk menghindari pungli dan tidak mesti terkena OTT.

“Kendati demikian, informasi dari saudara- saudara sampaikan berikut data pendukung yang diterima tetap akan kami proses. Oleh karena itu, aparat yang berada di zona hukum agar tidak ada yang menjadi OTT,” tegasnya.

Wakil Ketua I UPP Saber Pungli, Ali Imran, yang juga Inspektur Kabupaten Tapsel menyampaikan sejumlah posisi yang dikukuhkan terdiri dari ketua, anggota tim dan OPD se-Kabupaten Tapsel. Anggaran kegiatan berasal dari APBD Tapsel tahun 2019.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya Dandim 0212/TS Letkol Inf. Akbar Novrijal Yusananto, Kapolres Tapsel AKBP Irwa Zaini Adib, Kajari Tapsel Ardian, Dansubdenpom 1/2-3 Kapten CPM K.S.P Habeahan, Sekda Tapsel Parulian Nasution, para asisten, dan Ketua MUI Tapsel. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda