Konsumsi Ikan di Sintang Masih Rendah, Bupati Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan

127

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Bupati Sintang Jarot Winarno meninjau langsung hasil lomba masak ikan yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang, di Gedung Pancasila Sintang, Selasa (23/7/2019).

Saat ditemui seusai meninjau, bupati menyampaikan bahwa konsumsi ikan di Sintang masih rendah daripada Indonesia wilayah timur.

“Jadi konsumsi ikan di Kabupaten Sintang masih rendah, perkapita-perkepala masih 28-29 kilogram pertahunnya, itu terlalu sedikit. Kalau di Indonesia wilayah timur, perkapita-nya itu sudah sampai 44 kilogram pertahun,” kata Jarot.

Masih kata Jarot, terkait kurangnya konsumsi ikan di Kabupaten Sintang, maka hal tersebut merupakan salah satu faktor utama stunting di Sintang masih tinggi.

“Jadi sebenarnya ikan ini adalah makanan pendamping asi, makanan tambahan gizi anak-anak setelah Asi ekslusifnya, yang dimana dampaknya akan mengurangi stunting di Kabupaten Sintang,” tambah Jarot.

Menurut Jarot, dengan masyarakat mengkonsumsi ikan, maka pertumbuhan gizi di dalam tubuh akan baik.

“Kan sumber yang paling banyak proteinnya ini dari ikan, di dalam ikan terdapat omega 3, inilah yang bisa membuat anak-anak kita menjadi cerdas,” ucapnya.

Jarot optimis bahwa Kabupaten Sintang mampu untuk membudidaya ikan. “Saya optimis, budidaya ikan di Sintang harus digerakkan, kita sudah suruh masyarakat di desa untuk bikin embung, nah salah satu fungsi embung sendiri bisa untuk membudidaya ikan, dan selain itu juga kita akan kejar dari berbagai sektor,” ucapnya.

Secara terpisah, perwakilan dari Kecamatan Kelam Permai yang meraih juara pertama, Linda, menjelaskan tipsnya bisa meraih juara pertama dalam lomba masak tersebut.

“Jadi pertama kita kenal dulu bahan bakunya, yaitu ikan gembung. Dimana ikan ini sudah biasa kita olah, nah tinggal kita pikirkan bagaimana bahan tersebut bisa kita kreasikan dengan diimbangi bagaimana bisa dinikmati oleh anak-anak dan orang dewasa,” kata Linda.

Linda kembali menjelaskan bahwa kami membuat terobosan baru dalam lomba masak berbahan utama ikan ini.

“Untuk yang diperlombakan ini kita buat dua kategori, untuk anak-anak kita olah bahan ikan menjadi dimsum kuah yang isinya adalah ikan gembung yang sudah diolah. Kedua untuk orang dewasa kita buatkan ikan gembung bakar yang isinya sudah kita keluarkan, kemudian diolah dan dimasukkan kembali, kemudian kita olah jadikan sate lilit dengan menggunakan daun kunyit dan serai,” jelasnya.

Linda menambahkan, selain dua kategori tersebut, tim lomba masak dari Kecamatan Kelam Permai juga menyediakan kudapan berbahan utama ikan.

“Jadi kudapannya itu kita olah menjadi sus berbahan ikan, dan bolu gulung isi abon ikan gembung,” tambahnya.

Linda mengajak masyarakat, terutama ibu-ibu, untuk semangat mengolah makanan berbahan utama ikan.

“Untuk ibu-ibu warga Sintang, marilah kita sama-sama mengolah makanan yang berbahan utama ikan, agar bisa dinikmati oleh keluarga khususnya anak-anak, orang dewasa, dan juga bisa menikmati ikan untuk kudapan sehari-hari. Jadi tidak terbatas hanya makan digoreng atau disayur, yang lain masih banyak kita bisa kreasikan,” ajaknya. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda