Kodim 0212/TS dan Bulog Sub Divre IV Padangsidimpuan Sosialisasi Sergap

375

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Ketahanan pangan merupakan salah satu faktor penentu situasi dan kondisi di suatu wilayah, sebab apabila ketahanan pangan tidak pada kondisi yang baik, maka dapat dipastikan akan berpengaruh pada stabilitas ketahanan yang lainnya.

Demikian dikatakan Kasdim 0212/TS, Mayor Inf Deddi Iskandar saat membuka acara sosialisasi serapan gabah petani (sergap) dengan kelompok tani, bertempat di aula Daulay-Simorangkir Makodim setempat, Kelurahan Aek Tampang Kecamatan P.Sidimpuan Selatan, Padangsidimpuan, Jumat (29/3/2019).

Sosialisasi sergap diprakarsai Kodim 0212/Tapsel bekerjasama dengan Bulog Sub Divre IV Padangsidimpuan ini, diikuti oleh 60 personel Babinsa serta 251 orang kelompok tani Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kota Padangsidimpuan (wilayah kerja Kodim 0212/TS).

“Sergap bertujuan memenuhi cadangan beras di Bulog. Dimana bila daerah Tapsel-Padangsidimpuan mengalami hal tidak diinginkan seperti bencana alam, gagal panen dan lainnya, maka disinilah peranan Bulog untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” kata Mayor Inf. Deddi Iskandar.

Untuk mewujudkan persediaan stok itu, kata dia, disamping meningkatkan produksi hasil pertanian, juga penyamaan persepsi melalui kerjasama yang serius antara petani dan Bulog. Masyarakat dihimbau untuk menjual sebagian hasil panennya kepada Bulog.

“Ketika para petani mau menjual 10 persen saja hasil panennya ke Bulog, maka perwujudan cadangan pangan bisa terlaksana, sehingga negara tidak perlu lagi melakukan impor. Bahkan, tidak menutup kemungkinan surplus,” ujar Kasdim.

Dia menambahkan, Indonesia dulu hebat dengan swasembada pangannya. Maka sejalan dengan program pemerintah, TNI senantiasa mengawal kedaulatan bangsa, termasuk di dalamnya mengawal kedaulatan di bidang ketahanan pangan.

Ditemui usai acara, Kepala Sub Divre IV Bulog Padangsidimpuan diwakili Kasi Komersil Pengembangan Bisnis Rafid Pinayungan berharap, dengan adanya sosialisasi ini petani akan semakin mengerti cara pengolahan dan penjualan hasil pertaniannya.

“Selama ini hasil pertanian kita di Tapsel dan Padangsidimpuan banyak yang masuk ke tengkulak dan pengepul-pengepul dari luar daerah. Sehingga mengakibatkan ada begitu banyak hasil pertanian yang dibawa ke luar daerah, dan ini tidak baik,” kata Pinayungan.

Terkait serapan gabah per Januari hingga Maret 2019, sebut dia, dari keseluruhan lima kabupaten/kota yakni Tapsel, Padangsidimpuan, Mandailing Natal, Padang Lawas Utara, dan Padang Lawas. Pihak Bulog menargetkan diangka 5.022 ton.

Untuk harga gabah ada tiga macam, masing-masing gabah kering Rp4.070, gabah kering simpan Rp4.125 dan gabah kering giling Rp5.115. Sedangkan beras kelas medium dipatok seharga Rp8.030, dan beras premium dikisaran Rp9.200 – Rp12.000.

“Mudahan-mudahan tim sergap terdiri dari Babinsa, kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan) ini solid dan sukses, agar serapan gabah dapat terpenuhi minimal 50 persen di segi komersial, atau 20 persen pada segi fleksibilitasnya,” pungkasnya.

Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Kota Padangsidimpuan Parhimpunan Siregar, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Penyuluhan Dinas Pertanian Tapsel Faisal Simamora, sejumlah Danramil dan Pasi, serta pengusaha kilang penggilingan. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda