Kasus Corona Mulai Meningkat, Kepala Dinkes Sumsel: Terapkan Protkes Secara Ketat

11

PALEMBANG, BERITAANDA – Sejak masa awal pandemi Covid-19 merebak, salah satu perdebatan yang kerap muncul adalah kemungkinan virus corona menyebar lewat udara atau tidak.

Dalam laporan resmi yang diunggah pada awal Juli tahun lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan virus corona memang bisa menyebar melalui udara. Namun, masih banyak pihak yang meragukan kesimpulan tersebut.

Nah, belum lama ini, laporan WHO yang menyatakan kemungkinan penyebaran virus corona lewat udara juga didukung oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

Di situs resminya, CDC menyebutkan virus corona dapat menyebar melalui tetesan liur (droplet) atau partikel kecil yang diproduksi seseorang saat bernapas.

“Virus di udara, termasuk Covid-19 paling menular dan mudah menyebar,” demikian penjelasan dalam situs CDC.

Sebelum panduan itu diperbarui, CDC menyatakan, Covid-19 diperkirakan menyebar saat seseorang berada dalam jarak dekat dengan orang lain, sekitar dua meter.

CDC juga menyebutkan, Covid-19 bisa menyebar lewat tetesan pernapasan saat seseorang yang terinfeksi virus berbicara dan mengalami batuk atau bersin, menurut analisa data penelitian kesehatan Kemenkes RI.

Sementara saat dihubungi, Kepala Dinas Kesehatan [Dinkes] Provinsi Sumsel Dra Lesty Nurainy APT M.Kes mengungkapkan ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan kasus Covid-19. Ia menyebutkan, salah satu faktor meningkatnya kasus dalam beberapa waktu terakhir ini masih banyaknya kegiatan yang menimbulkan kerumunan di tengah-tengah masyarakat.

“Masyarakat belum disiplin mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Hal ini diperburuk oleh perilaku masyarakat yang suka berkerumun sehingga meningkatkan risiko penularan. Kemudian, disiplin masyarakat menerapkan protokol kesehatan semakin menurun. Padahal banyak korban kematian kasus Covid-19 dan perlu menjadi perhatian beberapa hari terakhir ini. Ruang isolasi dan ICU pada beberapa  RS meningkat keterisiannya,” ujar dia, Ahad [25/4].

“Selain itu, faktor lainnya adalah mobilitasi masyarakat yang luar biasa. Faktor lain, juga banyaknya kegiatan pertemuan, hajatan sebelum bulan Ramadhan yang tidak mengindahkan protkes, tidak dibatasi jumlah pesertanya, yang intinya protkes hanya lip service saja, implementasinya nol (tidak ada),” tambah dia.

Ia kembali menambahkan, faktor lain penyebab meningkatnya kasus adalah masih ada masyarakat yang takut melakukan tes ketika sudah memiliki gejala terjangkit Covid-19.

“Padahal, jika masyarakat dites dan positif, akan dilakukan isolasi dan mencegah penularan kepada orang lain. Mari kita timbulkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan protkes secara ketat agar pandemi ini cepat berlalu,” tukasnya.

Di tempat terpisah, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri S MM melalui Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Drs. Supriadi MM menjelaskan, dari data perkembangan Covid-19 di Sumsel sampai dengan hari Sabtu [24/4], ada penambahan kasus baru positif corona sebanyak 125 orang.

“Dari data yang ada, terlihat cukup besar kenaikan di wilayah OKU Timur. Untuk itu diharapkan kesadaran masyarakat betul-betul mematuhi protkes, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam melaksanakan ibadah selama bulan suci Ramadhan. Siapa yang akan menjaga kesehatan kita kalau bukan kita sendiri, dan mari kita sama-sama patuhi protokol kesehatan,” pungkas dia. [Iwan]

Bagaimana Menurut Anda