Kasus Asusila yang Melibatkan Warga Lempuing Jaya Segera Naik Sidang

857
Tersangka Agus Parianto (pakai kaos hijau) saat diperiksa pihak Kejari OKI.

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Berkas perkara tindak pidana asusila dengan tersangka Agus Parianto (27), warga Desa Muara Burnai II Kecamatan Lempuing Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dilimpahkan oleh penyidik Tindak Pidana Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Polres OKI ke Kejaksaan Negeri OKI, Kamis (14/11/2019).

“Untuk berkas perkara tersangka Agus ini telah lengkap atau P21, bersama dengan barang bukti, maka diterima dan nantinya segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kayuagung untuk proses persidangan,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) OKI Ari Bintang Prakoso Sejati SH MH Li melalui Kasi Pidum Heri Prihariyanto SH.

Dalam perkara tersangka yang telah mempunyai istri ini, telah melakukan tindak pidana asusila dengan cara menyodomi korban (jenis kelamin laki-laki) yang masih duduk di kelas 6 SD.

Masih kata Heri, dan saat dilakukan pemeriksaan tadi, tersangka mengakui telah melakukan perbuatan bejatnya sebanyak 10 kali terhadap korban.

“Tersangka ini telah melakukan sodomi kepada korban sebanyak 10 kali dengan lokasi yang berbeda-beda. Tak hanya itu, tersangka juga setiap perbuatannya selalu melakukan pengancaman terhadap korban, agar korban mau,” terang Heri.

Perbuatan tersangka akhirnya diketahui oleh keluarga korban, setelah korban tidak pulang ke rumah karena diajak oleh tersangka. Kata Heri lagi, terungkap Jumat (13/11/2019) lalu sekira pukul 17.00 Wib. Saat itu tersangka sedang mengendarai sepeda motor, di tengah jalan bertemu korban yang masih bertetangga dengan tersangka.

Diungkapkan Heri, tersangka mengajak korban pergi untuk mengambil handphone di Desa Jamantras Kecamatan Lempuing Jaya. Kemudian mengajak korban makan mie dan bermain playstation.

“Saat malam hari sekira pukul 20.00 Wib, tersangka melakukan tindakan sodomi kepada korban di gorong-gorong jembatan area persawahan dengan cara memaksa korban, dan mengancam menggunakan pisau agar korban tidak cerita dengan orang-orang,” terangnya.

Usai melakukan tindak pidana sodomi kepada korban, barulah pada hari Ahad (15/11/2019), korban dihantarkan pulang ke rumahnya. Lanjut Heri, dari pengakuan tersangka melakukan sodomi kepada korban, karena menyukai korban dan ingin melampiaskan hawa nafsunya.

Dikatakan Kasi Pidum juga, atas perbuatan tersangka ini dikenakan dalam Pasal 82 Ayat  (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara 10 tahun dan paling singkat 5 tahun dengan denda Rp300 juta dan paling sedikit Rp60 juta.

“Dalam perkara ini, untuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang ditunjuk yakni Imran SH, segera berkas ini dilimpahkan ke pengadilan, sehingga tersangka akan menjalani proses persidangan,” pungkasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda