Jemaah Haji Asal Sergai Segera Tiba di Tanah Air

154

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Hanya tinggal menunggu beberapa jam saja, jemaah haji asal Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang tergabung dalam Kloter VII Mes (Sergai, Tebing Tinggi, Nias dan Deli Serdang) akan kembali ke tanah air.

“Karom, Karu dan Ketua Kloter terlebih dahulu melakukan briefing dari Maktab 6 Syekh Ayyub terkait dengan pembekalan jemaah, agar meningkatkan koordinasi menjelang keberangkatan menuju tanah air,” jelas Ketua TPHD Sergai H Soekirman yang disampaikan kepada Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Drs. H. Akmal M.Si melalui WhatsApp (WA) langsung dari Makkah, Arab Saudi, Rabu (28/8/2019) malam.

Dikatakan Soekirman, bahwa hal penting agar jemaah tidak turun dari hotel sebelum aba-aba, tepat pukul 11.00 WAS jemaah menuju bus ke bandara di depan hotel. “Agar tas jinjing dikumpulkan sesuai rombongan, dan masuk bagasi bus bersama jemaah setiap Karom,” katanya.

Labih lanjut disampaikan Soekirman, terdapat 9 bus yang mengangkut jemaah. Proses administrasi paspor di Imigrasi diurus petugas Maktab, dan masing-masing jemaah telah terima paspor serta boarding pass di bandara menjelang masuk transit area.

“Pesawat Kloter VII Garuda GA 3207 dengan jumlah manifes 391 jemaah, 1 jemaah Hj.Fatimah Zahra binti Rekso asal rombongan Tebing Tinggi meninggal dunia di Makkah. Serta ada 1 jemaah asal Deli Serdang yang disertakan ke Mes VII, karena alasan usia dan kesehatan,” ungkapnya.

Dari pengamatan seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah haji yang tergabung dalam Kloter VII, TPHD memberikan saran kepada Kemenag melalui Dir Haji dan PPHI supaya perlu melakukan perbaikan diantaranya, syarat haji, terutama harus sehat jasmani dan rohani harus benar-benar ditegakkan. Banyak penderita stress, dimensia yang merepotkan petugas, sehingga minta pulang, meraung-raung disana.

Kemudian yang kedua, istito’ah atau sehat badan menjadi otoritas TKHI agar benar-benar diterapkan. Kalau tidak dipenuhi syaratnya agar lebih baik tidak diloloskan. Seperti informasi, pernah beberapa tahun lalu ada jemaah yang terpaksa dikurung dengan pengawasan ketat.

“Jemaah seperti itu suka lari dari kamar dan juga mengganggu serta membahayakan jemaah lain,” ucap Soekirman.

“Tentu jemaah seperti ini tidak cukup hanya pengawasan TKHI, tetapi juga merepotkan ketua Kloter maupun panitia lain. Dengan adanya jemaah seperti itu jelas mengganggu TKHI dalam pelayanan jemaah lainnya,” ujarnya lagi.

Ditambahkan Soekirman, bahwa jemaah resiko tinggi (risti) karena uzur dan tua yang menggunakan kursi roda, sebaiknya didampingi pendamping. Boleh dari keluarganya atau orang lain yang diberi prioritas.

“Penambahan kuota sebaiknya diprioritaskan pada pendamping haji dengan risti, jika perlu dibuat surat perjanjian bahwa mereka dapat prioritas karena bersedia dan bertanggung jawab untuk mendampingi jemaah risti,” terang dia.

“Harus diingat bahwa yang kita jemput dalam ibadah haji adalah nilai tauhid. Sebagai pamungkas rukun Islam adalah haji mabrur. Implementasinya tentu pasca ritual haji setelah jemaah kembali ke tengah masyarakat kelak di tanah air,” tukas Ketua TPHD Sergai ini.

Kamis (29/8/2019) tepat pukul 07. 15 WAS, Pesawat Garuda GA 3207 take off meninggalkan Bandara King Abdul Azis Jeddah, Arab Saudi. Insya Allah akan tiba di Kuala Namu pukul 20.15 Wib pada hari yang sama. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda