Jelang Putusan MK, Ini Pesan Ketua DAD dan MUI Sekadau

150
Ketua DAD Welbertus Willy (kiri) dan Ketua MUI Sekadau Kyai Mudlar S.Pd,I (kanan)

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Pengumuman hasil sidang Perselisihan Hasil Sengketa Pemilu (PHPU) pemilu presiden – wakil presiden akan dilangsungkan Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini, Kamis (27/6/2019).

Bermacam himbauan dikeluarkan sejumlah tokoh nasional untuk menciptakan situasi kondusif di masyarakat dalam situasi politik saat ini.

Tidak ketinggalan di daerah, para tokoh masyarakat juga berkeinginan agar semua pihak, terutama para pemangku kepentingan kontestasi politik, simpatisan dan masyarakat umum diajak untuk tetap menjaga situasi kondusif.

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Sekadau Welbertus Willy kepada BERITAANDA mengajak masyarakat Kabupaten Sekadau untuk menghormati hasil dari sidang PHPU di MK.

“Keputusan MK pastinya berdasarkan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan oleh kedua kubu pasangan capres-cawapres, sehingga proses persidangan dinilai sudah berjalan sebagaimana semestinya,” ujar Willy.

Mantan anggota DPRD Sekadau itu berpesan agar masyarakat hendaknya menahan diri jika pasangan calon capres – cawapres yang didukung kalah dalam persidangan. “Dengan dasar pemikiran dalam sebuah pertandingan ada pihak yang kalah dan menang,” sambung dia.

Willy juga berharap agar masyarakat atau kepada pihak yang tidak puas tidak turun ke jalan untuk ikut berdemo.

“Masyarakat di Kabupaten Sekadau harus tetap menjaga kerukunan hidup bertetangga, agar Sekadau tetap aman dan terkendali serta siapapun yang menjadi pemenang pemilu harus dihormati,” tukas tokoh yang dekat dengan awak media itu.

Senada dengan Ketua DAD, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sekadau Kyai Mudlar S Pd,I juga menekankan agar masyarakat dan umat Islam di Kabupaten Sekadau untuk dapat menerima hasil keputusan MK.

“Umat seagama maupun antara umat beragama agar tidak terpecah belah hanya karena disebabkan situasi politik dalam memilih kepala negara,” pesan Kyai Mudlar.

Selaku Ketua MUI, ia menitipkan harapan kedepan, setelah terpilihnya presiden-wakil presiden, umara dan ulama dapat saling bersinergi.

“Saling mengisi dan selalu bergandengan tangan untuk menciptakan situasi kondisi yang kondusif, aman dan harmonis untuk menuju bangsa baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” kata kyai yang juga pengasuh Ponpes Al Rahmah Sekadau itu. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda