Jelang Lebaran, 1.000 Orang Yatim dan Janda se-Kepulauan Nias Terima Santunan

346

GUNUNGSITOLI–SUMUT, BERITAANDA – Walikota Gunungsitoli diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Gunungsitoli H. Arham Duski Hia, M.Si, menutup secara resmi peyantunan 1.000 orang yatim dan janda se-Kepulauan Nias, yang diselenggarakan oleh Rumah Infaq Cabang Nias-Gunungsitoli.

Kegiatan yang dimulai sejak Mei lalu (awal Ramadhan) dan berlangsung secara bertahap di beberapa titik wilayah Kepulauan Nias, hingga ditutup secara resmi pada hari Senin (3/6/2019) di Masjid Raya Al-Furqon Kota Gunungsitoli.

Ketua Rumah Infaq Cabang Nias, Laely Fitriansyah Gea, S.Sos menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin dari setiap bulannya.

“Dan pada bulan suci Ramadhan, merupakan puncak kegiatannya, yakni penyantunan 1.000 yatim dan janda di Kepulauan Nias, dalam rangka menyalurkan zakat, infaq dan shodaqoh dari para donator, memberi bantuan kepada yatim dan janda terlebih. Serta mengajak kaum muslimin dan muslimat untuk meningkatkan kepedulian kepada anak yatim dan janda yang memerlukan uluran tangan dari kaum muslimin dan muslimat,” tegas dia.

Arham Duski Hia menyampaikan bahwa selaku pemerintah daerah turut memberikan apresiasi kepada Rumah Infaq Cabang Nias yang telah menggagas kegiatan positif seperti ini, guna mewujudkan Kota Gunungsitoli yang religius dan meningkatkan solidaritas antar sesama, terlebih di bulan yang penuh berkah ini.

Ia juga menuturkan bahwa sudah selayaknya kita menyisihkan sebagian rezki yang kita peroleh untuk diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya.

Arham juga mengimbau, agar para penerima infaq pada kesempatan ini hendaknya termotivasi untuk meningkatkan ketaqwaan, semakin mendorong ghiroh (semangat) untuk meraih cita-citanya. Terlebih kepada para anak yatim yang masih duduk di bangku sekolah, terus bermimpi dan bercita-cita dan gigih lah dalam memperjuangkan cita-citanya.

Ia menekankan, jika saat ini para anak yatim yang disantuni duduk sebagai mustahaq (penerima zakat/infaq) tidak tertutup kemungkinan jika di masa yang akan datang dapat berperan sebagai mudzakkii (pemberi zakat/infaq) itu sendiri.

Kegiatan berlangsung khidmat, diisi dengan tausiyah yang dibawakan oleh Ustadz Irwansyah Gulo, S.Sos I. Turut hadir Wakapolres Nias, B. Zalukhu, Ibu-ibu pengajian dari BKMT, pengajian Yayasan Pondok Pesantren Putri Ummi Kalsum, pengajian Al-Hidayah, para tokoh masyarakat dan tokoh agama, para donator dan segenap hadirin lainnya. (Ganda)

Bagaimana Menurut Anda