Ini Saran Wabup Darma Wijaya Mengatasi Stunting

232

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Wakil Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya buka rapat koordinasi (rakor) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), bertempat di aula Sultan Serdang komplek kantor bupati setempat, Rabu (18/12/2019).

Darma Wijaya mengatakan, target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) penurunan kemiskinan terkait dengan Pemkab Sergai, mampu menekan angka kemiskinan menjadi 7,90 persen, dari target awal 8,4 persen. Kini Pemkab Sergai menambah fokus untuk mengentaskan stunting.

Seperti kita ketahui bersama, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah usia 5 tahun (balita). Stunting mengganggu pertumbuhan fisik dan otak anak. Secara fisik, anak stunting memiliki tinggi badan di bawah standar pertumbuhan anak normal seusianya.

Salah satu target yang tertuang dalam 21 raihan RPJMD Kabupaten Sergai tahun 2016-2021 adalah menurunnya persentase stunting dari 28 persen menjadi 27,20 persen pada tahun 2021. Walaupun sampai tahun 2020, Sergai belum menjadi daerah lokus stunting, lanjut wabup, namun angka 28 persen itu terbilang cukup tinggi.

“Kalau diumpamakan jika ada 10 anak, maka hampir 3 orang dari mereka itu mengidap stunting,” jelas dia.

Untuk mengatasi stunting, saran wabup, terutama kepada para petugas Program Keluarga Harapan (PKH).

“Untuk para petugas PKH, jika telah mendapatkan laporan dari desa, diharapkan petugas dapat turun ke lapangan untuk memastikan kebenaran dari data yang diperoleh. Kita yang harus mengawasi penyaluran bantuan kepada masyarakat,” tegas dia.

Untuk menangani stunting, wabup mengajak semua petugas bidan desa untuk selalu mengecek dan mendata jumlah ibu hamil yang ada di zona tugas masing-masing.

“Dengan tersedianya data dan jumlah ibu hamil, tentu akan mempermudah dalam mengetahui asupan giji yang diberikan, kapan seorang ibu tersebut akan melahirkan serta pertolongan apa yang harus dilakukan,” pungkas dia.

Sementara Kepala Bappeda Sergai Ir. Hj. Prihatinah, M.Si menyebutkan bahwa latar belakang diadakannya kegiatan ini salah satunya merupakan respons dari semangat presiden yang getol membangun SDM, sehingga perlu mempersiapkan generasi yang bebas stunting.

“Kami dari Bappeda telah melakukan berbagai hal, mulai dari pemuktahiran basis data terpadu, penanganan fakir miskin, program penanggulangan kemiskinan, dan beberapa program fundamental lainnya semaksimal mungkin,” jelas dia singkat. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda