Ingin Tau Siapa DJ Yuli Carla TCM, Beginilah Kisahnya

3365

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Disc Jockey (DJ), profesi yang dulu dimonopoli oleh kaum adam, kini juga digeluti kaum hawa. Hal sama juga mulai dilakoni Yulima Kurniawati, gadis cantik berusia 23 tahun yang kini mulai dikenal berkat kepiawaiannya saat perform.

Sejak berkecimpung dan berprofesi sebagai disc jockey, Namanya pun dikenal dengan DJ Yuli Carla TCM. Namun tak disangka, dibalik piawainya ia memainkan disc kala perform, gadis ini alami cerita hidup yang dapat membuat kita terharu, bahkan menangis.

DJ Yuli Carla TCM yang juga akrab disapa Amoy, lantaran ia berparas cantik dan berkulit putih layaknya keturunan Chinese ini, dilahirkan di Desa Tebing Gerinting Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir (OI) Provinsi Sumatera Selatan pada 25 Juni 1997 silam.

Gadis cantik bertubuh sintal ini adalah anak bungsu dari 4 bersaudara. Ayahnya bernama Solahudin, asli Desa Talang Balai Lama, Tanjung Raja, Ogan Ilir. Dan ibunya Mardia, yang dibesarkan di Desa Tebing Gerinting, tempat DJ Yuli Carla TCM dilahirkan.

Saat ia dan ketiga saudara perempuannya kala itu bersama kedua orangtua mereka tinggal di Desa Tebing Gerinting, takdir berkata lain. Pada tahun 2001, di usia 4 tahun, si kecil Yulima Kurniawati (DJ Yuli -red) merelakan kepergian ibunya kehadapan Illahi.

Tak lama kemudian, sepeninggal ibunya, si kecil Yuli bersama ketiga kakak perempuannya, diboyong sang ayah dan tinggal di Desa Talang Balai Lama.

Di usia 12 tahun, setelah akhiri pendidikan di Sekolah Dasar (SD), DJ Yuli tak mau lanjutkan pendidikannya.

“Karena waktu itu ekonomi keluarga sedang sulit, walau dipaksa oleh bibi, bahkan bibi sendiri yang ingin biaya sekolahku, tetap saya tidak mau, dan aku memilih ingin bekerja saja,” ujar DJ Yuli, sambil mengenang masa kecilnya, Sabtu (11/1/2020).

Tekad kuat agar bisa hidup mandiri dan bisa membantu keluarga, kenang DJ Yuli, ia pun diizinkan sang ayah berangkat ke Jakarta. Bekerja menjadi baby sister dan sesekali beres – beres di rumah salah satu kerabat disana, tapi tak berlangsung lama.

“Setahun di Jakarta, lalu disuruh ayah pulang dan disarankan coba – coba ikut menyanyi. Pada tahun 2014, kalau tidak salah di bulan Ramadhan, saya berangkat ke Prabumulih, bekerja di toko baju dan sepatu,” tandas DJ Yuli.

Usai bekerja di Prabumulih, mulai lah kembali ikut manggung, karena waktu itu memang sudah bisa bernyanyi. Kata DJ Yuli, kalau cerita kakak perempuanku, memang ia dari kecil katanya sudah senang dengerin musik remix.

“Saat usia 15 tahun, ayah meninggal dunia. Dan sejak saat itu, saya mulai terus ikut menyanyi dari panggung ke panggung. Waktu lakoni jadi penyanyi, memang pernah juga dijahili, tapi saya tolak dengan sopan, selanjutnya dijalani saja,” aku DJ Yuli.

Memang ada pengalaman pahit saat baru pulang dari Jakarta, lanjut DJ Yuli, waktu itu kan langsung ikut manggung dan di daerah Mesuji Lampung, ada yang hampir menodai dirinya, namun beruntung ada yang menolong, sehingga tidak sampai terjadi.

“Bahkan karena peristiwa itu, aku tiga kali berusaha kabur dari rumah tempat kami tinggal disana. Selepas dari sana, terus ikut menyanyi dari panggung – panggung. Di tahun 2018 lalu, mulai ikut The Cendekia Musik (TCM), hingga nge-DJ sampai sekarang,” pungkas DJ Yuli mengakhiri kisahnya kepada BERITAANDA. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda