Hujan Batu dan Gas Air Mata Warnai Unjuk Rasa di Sidimpuan

1222

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERURAANDA – Ribuan mahasiswa Padangsidimpuan dari berbagai elemen dan tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Salak Berduri gelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD setempat, Jumat (27/9/2019).

Pantauan di lapangan, ribuan massa mulai berhimpun dan memadati pusat kota sekira pukul 14.00 Wib, atau ba’da sholat Jumat. Massa yang mengenakan pakaian almamater masing-masing secara bergantian menyampaikan orasi.

Dalam orasinya, mereka mengecam dan menolak sejumlah rancangan undang-undang yang saat ini tengah digodok oleh DPR dengan pemerintah pusat. Rancangan tersebut, menurut mereka, sangat mengusik rasa keadilan.

Sambil berorasi, konsentrasi mahasiswa terus berdesakan-desakan di depan pintu gerbang kantor DPRD. Aksi ini pun mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dibantu TNI, serta Satpol PP Padangsidimpuan.

Setelah berorasi sekira dua jam lamanya, perwakilan DPRD didampingi Kapolres menemui mahasiswa untuk melakukan negoisasi, dan disepakati 10 orang dari masing-masing kampus diperkenankan masuk ke ruang sidang DPRD.

Namun, belum lagi itu terlaksana, massa yang berada di tengah-tengah tiba-tiba merangsek masuk ke dalam kantor DPRD hingga terjadi dorong-dorongan pagar, antara mahasiswa dengan aparat kepolisian yang berjaga di balik pagar.

Disaat itu, sejurus kemudian mendadak terjadi pelemparan batu dari arah massa yang ditujukan ke petugas yang berjaga. Salah satu lemparan tersebut, bahkan mengenai wajah bagian pipi kiri Kapolres Padangsidimpuan serta empat personel kepolisian lainnya.

Guna mengantisipasi aksi massa yang semakin brutal, tim penembak gas air mata terpaksa melakukan penembakan dengan tujuan untuk menghalau massa yang terus memaksa masuk ke dalam lingkungan kantor DPRD Sidimpuan.

Situasi sempat mencekam. Kerumunan massa terpencar, mereka lari menjauhi kepungan gas air mata yang ditembakkan. Hingga akhirnya sekira pukul 17.10 Wib, massa kembali dapat ditenangkan, dan lanjutan kesepakatan sebelumnya kembali dilaksanakan.

Sembari menunggu rekannya mediasi dengan anggota dewan di dalam ruang paripurna DPRD, secara bergantian mahasiswa menyampaikan kekecewaan mereka lewat orasi-orasinya. Sementara mahasiswa lainnya duduk tertib dibahu jalan, sambil menyemangati orator.

Massa membubarkan diri usai mediasi disudahi. Secara simbolis, mahasiswa juga menyerahkan pernyataan sikap dan tuntutannya dengan diterima langsung oleh perwakilan anggota DPRD, disaksikan Kapolres Sidimpuan, AKBP Hilman Wijaya. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda