Hadirkan WHO, Dinkes OKI Matangkan Strategi Imunisasi di 33 Puskesmas

23

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Guna memantapkan langkah pelaksanaan program imunisasi dasar lengkap (IDL) di 33 Puskesmas tersebar di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dengan jadwal operasional berkala di masing-masing fasilitas kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten OKI menggelar pertemuan program imunisasi Puskesmas se-Kabupaten OKI tahun 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula kantor Dinas Kesehatan OKI tersebut, turut menghadirkan dr.Olivi Silalahi M.Sc dari WHO, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut juga dihadiri pihak Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, yakni Ully Dianita Am.Keb dan Riana Sari S.Kep, serta para pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Dinkes OKI, Kepala Puskesmas se-Kabupaten OKI, para pemegang program imunisasi, tenaga kesehatan, dan kader.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI HM Lubis S.Km M.Kes mengatakan, program imunisasi merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat yang paling efektif dan efisien dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

“Imunisasi bukan hanya melindungi seorang anak, tetapi juga melindungi keluarga, lingkungan, dan masa depan generasi bangsa,” ujar Lubis dalam sambutannya.

Keberhasilan program imunisasi menjadi indikator penting keberhasilan pelayanan kesehatan dasar. Oleh karena itu, kata dia, semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap bayi dan anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.

“Perlu kita pahami bahwa pelaksanaan program imunisasi di Kabupaten OKI masih menghadapi berbagai tantangan. Kondisi geografis wilayah, jangkauan pelayanan, mobilitas masyarakat, ketepatan sasaran, hingga masih adanya keraguan masyarakat terhadap imunisasi menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama,” ungkapnya.

Untuk itu, Lubis mengajak seluruh jajaran kesehatan, mulai dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, bidan desa, kader, hingga lintas sektor agar terus memperkuat koordinasi dan kerja sama.

“Pendekatan kepada masyarakat harus dilakukan secara persuasif, humanis, dan berkesinambungan agar kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi semakin meningkat,” tegasnya.

Lubis juga menekankan pentingnya validitas dan ketepatan pelaporan data, pelaksanaan sweeping sasaran yang belum lengkap imunisasi, penguatan cold chain dan manajemen logistik vaksin, serta monitoring dan evaluasi secara rutin di setiap wilayah kerja.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi seluruh petugas imunisasi di lapangan. Sebab, dirinya memahami bahwa tugas tersebut tidak mudah.

“Ada yang harus menempuh perjalanan jauh, menghadapi cuaca, keterbatasan sarana, bahkan melakukan pendekatan berulang kepada masyarakat. Semua itu adalah bentuk pengabdian yang sangat mulia,” tuturnya.

Melalui pertemuan ini, lanjut dia, diharapkan seluruh pihak dapat bersama-sama mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi kendala di lapangan, dan menyusun langkah-langkah strategis untuk meningkatkan cakupan imunisasi di Kabupaten OKI.

“Mari kita kuatkan komitmen bersama bahwa tidak boleh ada anak yang tertinggal imunisasi demi mewujudkan generasi OKI yang sehat, kuat, dan berkualitas. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi peningkatan program imunisasi di Kabupaten OKI,” pungkasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda