Gerakan Literasi Nasional Sasar Kota Gunungsitoli

201

GUNUNGSITOLI -SUMUT, BERITAANDA – Balai Bahasa Sumatera Utara (Sumut) UPT Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud Sumut melakukan kegiatan sosialisasi atau diseminasi Gerakan Literasi Nasional (GLN) Kota Gunungsitoli tahun 2019, bertempat di ruang rapat Lt. II kantor Walikota Gunungsitoli, Kamis (4/7/2019).

Kegiatan yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Gunungsitoli melalui Bagian Kesra dan Pemberdayaan Masyarakat ini bertujuan untuk membina dan mengembangkan para penggiat literasi, khususnya di Kota Gunungsitoli, dalam rangka menumbuhkembangkan dan peningkatan minat baca dan perluasan wawasan bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat di Kota Gunungsitoli.

Kepala Balai Bahasa Sumatera Utara Drs. Muhammad Muis, M.Hum dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya atas dukungan dan sambutan baik dari Pemkot Gunungsitoli yang telah memfasilitasi kegiatan ini hingga terlaksana dengan baik.

“Gerakan Literasi Nasional di Kota Gunungsitoli ini merupakan agenda ke-IV untuk tahun 2019 setelah terlaksana dengan baik di 3 kota sebelumnya, yakni Simalungun, Medan dan Deli Serdang. Kami berharap agar kegiatan ini dapat menjadi program kerja Pemkot Gunungsitoli untuk menciptakan dan mengembangkan minat baca masyarakat di masa yang akan datang,” kata dia.

Walikota Gunungsitoli diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Gunungsitoli, Drs. H. Arham Dusky Hia, M.Si yang membuka secara resmi kegiatan ini, dalam arahannya menyampaikan bahwa pemkot menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan tersebut, yang merupakan kali pertama dilaksanakan di Kota Gunungsitoli.

Jelasnya lagi, bahwa dalam menjawab tantangan zaman dan penuh dengan kemajuan teknologi dewasa ini, dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kecapakan dan kemampuan untuk dapat bersaing dengan bangsa lain.

Oleh karena itu, kata dia, termasuk kemampuan berliterasi yang memadai, yang mana bukan hanya sekedar bebas dari buta aksara, melainkan juga bagaimana warga suatu bangsa untuk mampu bersaing dan berdampingan dengan bangsa lain melalui kemampuan berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif dan komunikatif sehingga dapat menang dalam persaingan global.

“Penguasaan 6 (enam) literasi dasar yang meliputi literasi baca-tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial dan literasi budaya dan kewargaan merupakan pintu masuk untuk mengembangkan budaya literasi bangsa melalui penyediaan bahan bacaan dan peningkatan minat baca anak yang perlu dipupuk sejak usia dini, sebagai bagian penting dari penumbuhan budi pekerti yang tentunya mulai dari lingkungan keluarga. Hal tersebut kiranya menjadi perhatian bukan saja peserta didik tetapi juga orangtua dan seluruh warga masyarakat di Kota Gunungsitoli,” terang Arham.

Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta yang mana terdiri Pejabat Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kota Gunungsitoli, guru dan dosen, pelajar dan mahasiswa, dan para pengelola taman bacaan masyarakat se-Kota Gunungsitoli, dengan materi paparan seputar kebijakan Gerakan Literasi Nasional (GLN), kebijakan bahasa dan sastra, dan tata kelola GLN.

Yang bertindak selaku narasumber dalam kegiatan ini yaitu Dr. Fairul Zabadi selaku Kabid Pemberdayaan Sumberdaya dan Pengembangan Sistem Informasi Perbukuan Kemdikbud Provinsi Sumatera Utara, dan Kepala Balai Bahasa Sumatera Utara sendiri, Drs. Muhammad Muis, M.Hum.

Acara ini juga diikuti oleh Duta Bahasa Pelajar Sumatera Utara, Siska Baeha dari SMA I Lahewa Nias Utara, sebagai pemenang pertama di ajang Duta Bahasa Pelajar se-Sumatera Utara tahun 2019. (Ganda)

Bagaimana Menurut Anda