Polres Padangsidimpuan Serahkan Tersangka Korupsi DD Baruas

811
Proses serah terima AAH, tersangka kasus korupsi DD Baruas, dari Penyidik Tipikor Sat Reskrim Polres Padangsidimpuan kepada JPU di kantor Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan, Kamis (4/7/2019).

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sat Reskrim Polres Padangsidimpuan akhirnya menyerahkan AAH, tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan penggunaan dana desa (DD) Baruas, Padangsidimpuan.

Tersangka korupsi DD pada tahun 2017 ini merupakan bekas Penjabat (Pj) Kepala Desa Baruas Kecamatan P.Sidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan. Lelaki tersebut diserahkan kepada JPU di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Padangsidimpuan.

Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya melalui Kasat Reskrim AKP Abdi Abdullah mengatakan, penyerahan tersangka bersama sejumlah alat bukti dilakukan setelah berkas perkara yang bersangkutan dinyatakan lengkap atau P21.

“Tahap dua (penyerahan tersangka dari polisi kepada Jaksa) berlangsung Kamis (4/7/2019) siang, bertempat di Kejari Padangsidimpuan,” ungkap Abdi melalui pesan WhatsApp diterima BERITAANDA, Jumat (5/7/2019).

Setelah penyerahan tersangka Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tersebut, maka kasus yang ditangani penyidik Tipikor sesuai laporan polisi nomor : LP/131.a/X/2018/SU/psp/reskrim tanggal 12 Oktober 2018 dan No. P.21 B-711/N.2.20/Fd.1/07/2019 tanggal 3 Juli 2019, dinyatakan berakhir.

“Selanjutnya tersangka akan berproses dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sampai berkasnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan,” terang mantan Kapolsek Batunadua itu.

AAH disangkakan Pasal 2 dan atau Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Jo Pasal 55 KUHP Jo Pasal 64 KUHP.

Untuk diketahui, perkara ini bergulir ke ranah hukum setelah dilaporkan warga pada 12 Oktober 2017. Dari laporan, alokasi dana desa Baruas tahun 2017 untuk kegiatan pembangunan jaringan air bersih (pipanisasi) yang telah ditransfer ke rekening sebesar Rp402.875.200.

Namun, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Penyidik Tipikor Sat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AAH tak bisa mempertanggung jawabkan proyek pembangunan bernilai ratusan juta rupiah itu hingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp362.047.687,5. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda