DPMPTSP OKI Luncurkan SICS, Platform Digital Terintegrasi Kendali Investasi

2

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tengah mengembangkan platform digital terintegrasi bernama Smart Investment Control System (SICS).

Inisiatif ini merupakan aksi perubahan yang diusulkan Koordinator Jabatan Fungsional dan Kelompok Jabatan Penanaman Modal, Jerry Hansen, dalam rangka mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Provinsi Sumatera Selatan tahun 2026.

Pengembangan SICS, menurut Jerry Hansen, dilatarbelakangi hasil evaluasi internal terhadap pelaksanaan pengendalian penanaman modal di Kabupaten OKI.

“Dari identifikasi yang dilakukan, ditemukan beberapa tantangan yang memerlukan perhatian bersama, antara lain pemantauan realisasi investasi yang belum optimal, tingkat kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang masih rendah, belum terintegrasinya data pengawasan dan pembinaan, serta belum tersedianya dashboard spasial berbasis WebGIS,” ungkap dia, Sabtu (29/8/2026).

“Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi daerah dan menurunkan daya saing investasi Kabupaten OKI,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipatif, jelas dia, SICS dirancang sebagai platform digital yang mengintegrasikan fungsi pengawasan, pemantauan, pembinaan, dan penyelesaian permasalahan investasi ke dalam satu sistem yang terpadu.

“Dengan mengusung prinsip ‘Satu Data, Satu Peta, Satu Kendali Investasi OKI’, sistem ini diharapkan dapat menjadi rujukan utama bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mengakses informasi investasi secara akurat dan terkini,” terangnya.

Dijelaskan dia lagi, SICS dilengkapi sejumlah fitur unggulan, antara lain Dashboard Monitoring untuk memantau realisasi investasi secara aktual, Early Warning System berupa notifikasi otomatis sebagai pengingat pelaporan LKPM, WebGIS Investasi untuk memvisualisasikan sebaran perusahaan secara spasial, Mobile Inspection berbasis GPS bagi petugas pengawas lapangan, serta Pusat Data Terpadu yang merangkum seluruh histori pengawasan dan pembinaan.

“Pengembangan SICS melibatkan sinergi lintas sektor, meliputi perangkat daerah terkait seperti Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, dan Diskominfo, serta instansi vertikal BKPM RI dan para pelaku usaha di Kabupaten OKI. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat efektivitas pengendalian penanaman modal, sekaligus mendukung kebijakan investasi berbasis data yang akurat dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dengan hadirnya SICS, tambah dia, DPMPTSP Kabupaten OKI berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan iklim investasi daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta mewujudkan pelayanan publik yang semakin prima dan responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda