Diduga Gunakan Ijazah Palsu, Cakades Terpilih Dilaporkan ke Mapolda Sumsel

948
Ilustrasi.

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Diduga menggunakan ijazah palsu, Maddaran yang merupakan calon kades (cakades) terpilih Desa Rantau Lurus Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini dilaporkan ke Mapolda Sumsel oleh cakades inkumben, Marsudi, yang juga maju pada pilkades beberapa waktu lalu.

Laporan tersebut sudah diterima pihak kepolisian Mapolda Sumsel dengan Nomor : STTLP/1038/XII/2019/SPKT.

Menurut Marsudi, dengan dilaporkannya cakades terpilih tersebut, ia berharap pihak pemerintah untuk tidak melantik yang bersangkutan tersebut.

“Kita minta yang bersangkutan jangan dilantik, karena jelas diduga menggunakan ijazah palsu,” ujar Marsudi, Senin (30/12/2019) kepada wartawan.

Marsudi kembali menerangkan, berdasarkan surat keterangan pengganti ijazah/STTB nomor : 420/291/SDN 1./SJ/Vlll/2013 dan nomor : ijazah/STTB/nomor ll OA 02 11952 tahun 2013 dengan nomor induk 140 yang dikeluarkan Kepala SDN 1 Sungai Jeruju Kecamatan Tulung Selapan Bapak  Hermansyah Haroen pada tanggal 25 Agustus 2013, diketahui Kepala UPTD Kecamatan Cengal yang saat itu dijabat Jemmy SPd MSi.

Lanjut dia, surat keterangan pengganti ijazah ini digunakan untuk mendapatkan ijazah paket B saudara Maddaran.

Namun anehnya, ijazah paket B ini didapatkan Maddaran kurang dari satu tahun, yakni ijazah tersebut dikeluarkan pada tanggal 14 Juni 2014. Artinya Maddaran hanya menempuh pendidikan kurang dari satu tahun atau delapan bulan, yang dibubuhi tandangan Kepala Dinas Pendidikan saat itu Iskandar ZA.

Marsudi menerangkan, sedangkan berkas Maddaran untuk maju di pilkades di Desa Rantau Lurus Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten OKI menggunakan surat keterangan pengganti ijazah/STTB/no:421/518/SDN 1/SJ/lX/2019 pemilik ijazah/STTB nomor seri 11 OA oa 24558 tahun pelajaran 1984 di Sungai Jeruju, dikeluarkan Kepala Sekolah Mulyadi, SPd SD dan diketahui Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Amin, SPd MM.

“Dengan adanya surat keterangan pengganti ijazah ganda ini untuk mendapatkan ijazah paket (B), kami menduga ada kejanggalan, dan kami laporkan di Mapolda Sumatera Selatan,” jelasnya kepada wartawan.

Pihaknya juga mengatakan, dengan surat keterangan pengganti ijazah ganda, diduga Maddaran menggunakan ijazah palsu, dan juga diduga dibantu oknum beberapa dinas terkait demi memuluskan paket (B) yang janggal. Karena didapat dalam waktu hanya 8 bulan oleh Maddaran, yang semestinya menempuh paket B minimal 3 tahun.

Lanjut dia, anehnya lagi surat keterangan pengganti ijazah tidak dilengkapi nilai yang dilegalisir dari dinas terkait, sebagai dasar untuk mengeluarkan ijazah paket B saudara Maddaran, untuk melengkapi perbup atau peraturan bupati OKI Nomor 11 Tahun 2015 Pasal 20 Ayat (2) huruf (c), (d), (e), dan (f) berbunyi : pendaftaran bakal calon kepala desa dengan cara mengajukan permohonan secara tertulis.

Saudara Maddaran ini hanya memakai surat keterangan pengganti ijazah/STTB No:421/518/SDN-1/SJ/1X/2019 Ijazah/STTB Nomor Seri II 0A oa 24558 tahun pelajaran 1984, dan tidak ada nilai ijazah/nilai ujian dilegalisir. Ijazah pengganti ini dikeluarkan oleh kepala sekolah Mulyadi SPd, diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan, Muhammad Amin, SPd, MM.

Peraturan Bupati Ogan Komering llir Nomor 11 Tahun 2015 Hurup (f) khusus untuk pengganti ijazah karena hilang atau sebab lainnya harus dilengkapi dengan surat keterangan laporan dari kepolisian, fotocopy surat keterangan pengganti ijazah dilegalisir serta fotocopy nilai ijazah/nilai ujian dilegalisir, (nilai ijazah/nilai ujian dilegalisir tidak ada).

Marsudi sangat berharap kepada pemerintah terkait agar membatalkan pelantikan Maddaran sebagai cakades terpilih, sampai proses status hukumnya jelas. “Tuntutan kami minta pelantikan dibatalkan,” tandasnya. (Tim)

Bagaimana Menurut Anda