Data ‘Aneh’ di Input Situng KPU Padangsidimpuan

1928
Sumber Situng KPU Padangsidimpuan (portalpemilu2019.kpu.go.id.), Rabu (1/5/2019).

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Proses penghitungan suara pilpres 2019 melalui Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) memunculkan keanehan tersendiri di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara.

Penelusuran BERITAANDA, Rabu (1/5/2019) pukul 12.53 Wib, di TPS 06, Desa Bargot Topong Kecamatan P.Sidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan terdapat ketidaksesuain perolehan suara paslon pilpres 2019 dari jumlah DPT maupun pengguna hak pilih di TPS tersebut.

Tertulis dalam Situng KPU ini, capres 01 Jokowi-Ma’ruf mendapat 112 suara dan nomor 02 Prabowo-Sandi 118 suara. Padahal, berdasarkan pindai C1 yang turut dilampirkan, pemilih terdaftar (DPT) 174, dan pengguna hak pilih di TPS bersangkutan hanya 131 orang. Sehingga, apabila merujuk perolehan suara kedua paslon di atas, ketika dijumlahkan akan menjadi 230 suara. Artinya, ada kelebihan jumlah pengguna hak pilih mencapai 100 suara. Dan kalaupun disinkronkan dengan jumlah DPT, tetap tidak didapati titik temu.

Kekeliruan input data tersebut praktis berpengaruh pada persentase perolehan suara kedua paslon di Kecamatan P.Sidimpuan Batunadua. Pasangan Jokowi-Ma’ruf meraih perolehan suara 21,46% dan Prabowo-Sandi memperoleh 78,54%.

Data aneh lainnya terjadi di TPS 10 Kelurahan Pijorkoling Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan. Dimana hasil pindai dokumen C1 PPWP-02 memperlihatkan, tak satupun petugas KPPS di TPS bersangkutan membubuhi tanda tangan. Bahkan, kejanggalan C1 PPWP-02 lainnya masih ditemukan pada lajur pengisian identifikasi TPS, yang memuat perolehan suara paslon pilpres ini. Tampak jelas lajur itu terlihat kosong tak terisi, sehingga muncul keraguan atas legitimasi atau kebenaran input data di TPS dimaksud.

Menanggapi persoalan ini, Ketua KPU Kota Padangsidimpuan Tagor Dumora mengatakan, hal ini sudah diperbaiki pada saat rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara pemilu 2019 di tingkat Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua.

“Perbaikan itu sudah dituangkan kedalam model DA1 dan DAA1 rekap Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua,” ungkapnya kepada BERITAANDA saat dikonfirmasi lewat aplikasi WhatsApp, Rabu (1/5/2019).

Menurut Tagor, permasalahan ini terjadi karena Situng mengambil data dari C1 yang terjadi kesalahan penjumlahan dan belum diplenokan di tingkat kecamatan. Setelah pleno di tingkat kecamatan kesalahan penjumlahan tersebut sudah diperbaiki.

“Hasil perbaikan yang dilakukan secara manual melalui pleno tingkat kecamatan di seluruh wilayah Kota Padangsidimpuan inilah yang akan menjadi hasil penghitungan suara pemilu tahun 2019 yang akan diplenokan di tingkat KPU Kota Padangsidimpuan,” tandasnya.

Namun, terlepas dari tanggapan pihak KPU setempat, faktanya hingga berita ini dimuat ke email redaksi, keanehan input data di Situng KPU Padangsidimpuan tersebut belum ada perubahan maupun perbaikan data. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda