Cegah Virus Corona, Dinkes Sekadau Adakan Rakor

239
Suasana pertemuan rakor kesiap-siagaan masuknya new merging diseases (novel corona virus) di Sekadau. (BERITAANDA)

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Dinas Kesehatan, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (Dinkes – KB) Kabupaten Sekadau tak mau kecolongan dengan isu virus corona.

Untuk itulah, Senin (17/2/2020), dilaksanakan rapat koordinasi (rakor) kesiap-siagaan masuknya new merging diseases (novel corona virus) di Sekadau.

“Bersyukur warga Indonesia yang dikarantina di Pulau Natuna telah dipulangkan. Indonesia merupakan negara yang bertetangga dengan Malaysia, berpotensi besar masuknya virus corona,” papar Plt.Kadis Kesehatan KB dan PP, Hendri Alpius.

Dijelaskan Hendri, Kabupaten Sekadau yang terletak di wilayah timur Kalbar merupakan daerah yang cukup padat serta daerah persinggahan lintas kabupaten. Kondisi itu menyebabkan Sekadau berpotensi  masuknya virus corona dari berbagai sumber yang datang ke Sekadau, sehingga perlu mendapatkan kewaspadaan.

Bupati Sekadau diwakili Sekda Drs.H.Zakaria Umar M.Si menambahkan, bahwa diawal tahun 2020, dunia dikejutkan dengan wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, China. Wabah ini merupakan penyakit inveksi yang menyerang populasi masyarakat.

“Sampai saat ini sudah ada 27 negara yang mengkonfirmasi temuan kasus corona, termasuk di Asia tengggara seperti Singapura dan Malaysia. Oleh sebab itu, bahwa pemerintah pusat telah melakukan langkah – langkah pencegahan,” tegas dia.

Kasi Servey dan Imunisasi di Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Antonius Prayogi SKM M.Km dalam rakor tersebut memaparkan, bahwa pemerintah provinsi telah melaksanakan cegah tangkal masuknya virus corona malalui orang yang datang ke Kalbar.

“Dinas Kesehatan Provinsi melalui surat edaran Gubernur Kalbar telah memberikan himbauan kepada kabupaten/kota dalam mewaspadai masuknya virus corona,” tukas Prayogi.

Hasil penelitian didapati bahwa virus corona berasal dari hewan kelelawar, katak, serta ular yang berakibat menular ke manusia. Disebabkan cara mengkonsumsi hewan yang tidak higienis.

Rakor ini dihadiri sejumlah stakeholder dari unsur kepolisian, TNI, Kejaksaan, organisasi perangkat daerah, Puskesmas, pemerintah kecamatan dan managemen perusahaan perkebunan yang memperkerjakan tenaga kerja asing. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda