Cegah Karhutla, Bupati Panca Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Asap di Ogan Ilir

5

OGAN ILIR, BERITAANDA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau.

Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel dan gladi gabungan kesiapsiagaan bencana asap akibat karhutla Kabupaten Ogan Ilir tahun 2026 yang dipimpin langsung Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar SH M.Si M.I.Kom, berlangsung di Lapangan Upacara Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai, Selasa (4/8/2026).

Apel gabungan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemkab Ogan Ilir dalam meningkatkan kesiapan seluruh unsur terkait untuk mengantisipasi sekaligus menangani potensi bencana asap akibat Karhutla.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD Kabupaten Ogan Ilir, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Manggala Agni, perangkat daerah, instansi vertikal, relawan, hingga unsur terkait lainnya.

Dalam amanatnya, Bupati Panca Wijaya Akbar menegaskan bahwa penanggulangan Karhutla membutuhkan sinergi, koordinasi, serta kesiapan seluruh pihak. Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas agar potensi kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan semaksimal mungkin.

“Kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Bupati Panca.

Ia meminta seluruh personel yang terlibat dalam penanganan Karhutla untuk terus meningkatkan koordinasi dan memperkuat patroli, khususnya di wilayah yang rawan terjadi kebakaran. Selain itu, langkah-langkah pencegahan juga harus terus dikedepankan agar bencana asap akibat Karhutla dapat diminimalkan.

“Serta mengedepankan langkah-langkah pencegahan agar bencana asap akibat Karhutla dapat diminimalkan,” tegasnya.

Bupati Panca juga mengingatkan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah terjadinya Karhutla, terutama saat memasuki musim kemarau.

“Saya berharap seluruh unsur yang terlibat dapat bergerak cepat, tepat, dan terpadu apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Ogan Ilir,” imbuhnya.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan gladi gabungan sebagai simulasi penanganan karhutla. Simulasi tersebut dilakukan untuk menguji kesiapan personel, peralatan, sistem komunikasi, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Ogan Ilir memastikan seluruh unsur yang terlibat memiliki kesiapan dalam menghadapi Karhutla, sehingga penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan terpadu. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda