Bupati Soekirman Paparkan Keunggulan Sergai Dihadapan Walikota Binjai

339

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) adakan rapat koordinasi (rakor) terkait pemerintahan dan pembangunan sekaligus penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Pemkot Binjai, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan STIE Bina Karya Tebing Tinggi, bertempat di aula Sultan Serdang komplek kantor bupati setempat, Senin (17/2/2020).

Bupati Ir. H. Soekirman mengatakan, di Sergai ada satu daerah yang dinamai Kampung Binjai yang memiliki warga dan aktifitas keseharian cukup padat.

“Kalau rindu dengan Kota Binjai, kita bisa berkunjung kesana,” sebut bupati yang langsung ditanggapi senyum Walikota Binjai dan rombongan.

Kata dia, Sergai sudah sangat familiar dengan Binjai, termasuk saat kedua daerah ini jadi peserta dalam perhelatan Asian Local Governments for Organic Agriculture (ALGOA) yang diselenggarakan di Korea Selatan beberapa waktu lalu.

Kehadiran dua lembaga pendidikan tinggi dalam kegiatan ini juga ditanggapi positif oleh Soekirman. Ia menyebut, walau belum ada universitas yang berdiri di kabupaten yang baru merayakan ulang tahunnnya yang ke-16 ini, namun banyak institusi pendidikan yang berkegiatan dan menjalin kerjasama dengan Kabupaten Sergai.

“Semua dari kita tentu setuju pendidikan adalah kebutuhan utama. Saya ingin menyoroti ucapan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim yang sempat viral, saat beliau menyebut jika ijazah dan gelar bukan jaminan sebuah masyarakat akan maju. Namun kalimat ini diartikan keliru oleh sebagian orang dengan menyebut gelar dan ijazah tidak penting, yang berarti pendidikan itu sendiri juga tidak penting.”

“Padahal yang ingin disampaikan oleh Menteri Pendidikan adalah selain mengikuti pendidikan formal, masyarakat juga bisa mengasah skill di luar lembaga pendidikan umum dan mengikuti perkembangan teknologi informasi yang tumbuh pesat di era Industri 4.0 ini,” tambah dia.

Pendidikan, lanjut bupati, merupakan salah satu faktor keberhasilan pembangunan satu daerah, termasuk Sergai. Sebab, pendidikan berkorelasi langsung dengan kualitas SDM.

Bupati juga menawarkan wilayah di Sergai bisa menjadi wahana laboratorium alam dan wadah pembelajaran bagi para peserta didik. Selain itu, program pengembangan pangan, pariwisata dan budaya yang dirangkai dalam Pataya juga dapat menjadi kajian kongkrit bagi peserta didik.

“Dengan bergabungnya pemerintah dalam dunia pendidikan, tentu dapat mendorong percepatan pembangunan di Sergai, khususnya menyukseskan program Pataya. Sekedar informasi, jika Sergai merupakan kabupaten yang telah mencapai status surplus untuk beberapa komoditi, sehingga dapat melakukan ekspor ke luar wilayah,” kata dia.

“Dari segi wisata juga Sergai sudah mulai mengkolaborasikannya dengan bidang pertanian. Selain sebagai kabupaten yang kaya akan unsur kebudayaan, bidang pertanian di Sergai juga mampu ditambah nilainya sebagai destinasi wisata yang menarik,” terang bupati lagi.

Baru-baru ini Kabupaten Sergai melakukan video conference dengan Menteri Pertanian, Menko Kamaritiman dan Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala Badan Pusat Statisik dalam rangka launching Komando Strategis Pertanian (Konsratani) yang diwujudkan dengan berdirinya Dashboard Agriculture War Room (AWR).

“Hal tersebut menunjukkan keterlibatan teknologi dalam proses pemerintahan jadi semakin tinggi. Tentunya hal tersebut dapat mempermudah kinerja pemerintah,” pungkas dia.

Sementara Walikota Binjai Muhammad Idaham menyabutkan, Sergai dan Binjai dapat menjalin kerjasama yang erat kedepannya.

“Kami juga bersedia memberikan secara cuma-cuma aplikasi yang telah dikembangkan Pemkot Binjai jika Sergai membutuhkan. Yang paling utama, kerjasama ini tidak untuk menggurui namun merupakan proses belajar dan saling mengisi,” singkat dia. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda