Bupati Soekirman: Jangan Dikira Berpantun Itu Kurang Kerjaan

351

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman menghadiri acara pertunjukan rakyat pada HUT Rumah Datuk Pengembara ke-13, bertempat di Desa Kota Pari Kecamatan Pantai Cermin, Kamis (5/12/2019) sore.

Iswanto Browo selaku pendiri Yayasan Rumah Datuk Pengembara mengatakan, bahwa suatu kehormatan dan rasa bangga atas kehadiran bupati, forkompimda serta masyarakat pada acara ini.

Rangkaian kegiatan yang digelar selama 8 hari 8 malam mulai 5 sampai 12 Desember 2019 ini terdiri dari bakti sosial, sunat massal, pembagian sembako kepada kaum duafa, serta hiburan rakyat atraksi kuda lumping, wayang kulit, barongsai, ludruk, reog Ponorogo, lomba cerdas cermat, lomba tarian kreasi, penampilan musik tradisional, pesta kembang api, serta banyak lagi atraksi dalam rangka wujud syukur kepada Tuhan, serta usaha melestarikan budaya daerah yang ada di Kabupaten Sergai ini.

Sementara Bupati Sergai Ir. H. Soekirman mengatakan, kita semua yang hadir disini agar membantu negara menjadi unggul dengan membantu menumbuhkan kebudayaan, yaitu kebiasaan yang baik seperti berpantun.

“Jangan dikira berpantun itu kurang kerjaan, namun lebih dari itu. Filosofi dari pantun tersebut sangat dalam dengan mengedepankan adat budaya sebagai jati diri bangsa Indonesia,” tegas dia.

“Kalau tidak ada Yayasan Datuk Pengembara ini, maka tarian-tarian serta budaya tradisional yang akan dan telah kita lihat tadi tidak akan dapat kita saksikan. Datuk Pengembara hingga kini telah 13 tahun melestarikan budaya, semua seni budaya dilestarikan dan ditumbuhkan dengan biayanya sendiri. Untuk itu saya rasa pantas Pemkab Sergai memberikan predikat bapak budaya kepada Bapak Iswanto Browo atas jasa-jasanya tersebut,” terang dia.

“Mari kita doakan Kabupaten Sergai ini selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan menjadi daerah yang baldatun thoiyabatun warrabbun ghafur,” pungkas dia. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda