Bupati Sintang Panen Padi Merah dan Hitam di Desa Pengkadan Sungai Rupa

295

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno,M.Med.PH menghadiri sekaligus melakukan panen perdana lahan sawah seluas 40 hektare milik kelompok tani Leboi Mekar di Desa Pengkadan Sungai Rupa, Kecamatan Dedai, Selasa (2/4/2019).

Adapun varietas padi yang dipanen di lahan seluas 40 hektare tersebut yakni padi hitam, padi merah, padi ciherang dan padi lokal dengan musim tanam sejak Noverber 2018 lalu.

Hadir dalam kegiatan panen perdana tersebut Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Politik dan Pemerintahan Syarifuddin, Kadistanbun Kabupaten Sintang Veronica Ancili, Kadis Perindagkop dan UKM Kabupaten Sintang Sudirman, penyuluh pertanian, kelompok tani Leboi Mekar dan pihak terkait lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Jarot Winarno menyampaikan beberapa masalah atau kendala pertanian di Kabupaten Sintang. Seperti kurang luas, kurang sering ditanam dan kurang banyak. Meskipun Kabupaten Sintang ini seluas Provinsi Jawa Barat, namun lahan padi sawah cuma 7700 hektare.

Jarot meminta penyuluh pertanian di Kecamatan Dedai dan Disperindakop Kabupaten Sintang harus mendampingi agar hasil dari kelompok tani Leboi Mekar bisa dibuatkan packingnya. Tapi sebelumnya mereka harus diberikan sarana produksi perontok gabah, handtraktor minimal satu buah, dan juga buat embung untuk pengairan.

Jarot menjelaskan bahwa yang menjadi kendala memasarkan hasil pertanian adalah infrastruktur dasar, seperti kondisi jalan yang rusak. Untuk itu pemerintah kabupaten akan memperbaiki kondis jalan yang ada dan akan melibatkan pihak perusahaan.

Meskipun demikian, dirinya meminta para petani tetap semangat dan jangan ragu-ragu menyampaikan masalah ini, agar hasil yang diinginkan maksimal.

“Kita tambah luas tanamnya, coba-coba sering ditanam, lalu metode pemupukannya mesti baik dan harus lebih produktif,” tutup Jarot.

Sementara itu Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Dedai Subarman menjelaskan, luas lahan sawah milik kelompok Leboi Mekar ini seluas 40 hektare, dengan varietas padi seperti padi hitam, padi merah, padi ciherang dan padi lokal yang ditanam sejak November 2018 lalu, dengan hasil keseluruhan panennya nanti diperkirakan sekitar 16 ton.

“Kalau ciherang bantuan dari Dinas Pertanian, kalau yang padi hitam itu memang lokal dari petaniannya itu sudah turun temurun. Cuma kita kan belum tahu berapa harganya, jadi padi hitam itu dari segi ekonomisnya tinggi, jadi mulai sekarang kita kembangkan,” jelas Subarman.

Subarman juga menjelaskan bahwa untuk pertanian sawah di Desa Pengkadan Sungai Rupa ini sudah dilakukan sejak lama, namun yang menjadi kendala para petani untuk perawatan padi adalah susahnya mendapatkan pupuk, dikarenkan kondisi infrastruktur jalan yang kurang memadai sehingga panennya hanya satu kali setahun.

“Insya Allah untuk tahun ini akan panen dua kali, dan April nanti mulai tanam lagi. Karena sudah ada dukungan dari pak camatnya dan dari dana ADD, melalui pemberdayaan rencana dialokasi tahun ini alat perontok padi,” jelas dia. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda