Bupati Rupinus Deklarasi ODF Desa Tapang Perondah

160
Pemukulan gong oleh Bupati Rupinus sebagai simbol deklarasi ODF Desa Tapang Perodah Kecamatan Sekadau Hulu. (Humas Pemda)

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Desa Tapang Perondah Kecamatan Sekadau Hulu resmi berstatus open defecation free (ODF), Kamis (30/1/2020). Status tersebut diberikan setelah desa ini benar-benar mampu memenuhi kriteria ODF.

Deklarasi status ODF ini dilangsungkan oleh Bupati Sekadau Rupinus SH M.Si bersama sejumlah pejabat.

Plt Kepada Dinas Kesehatan Sekadau Henry Alipius menyampaikan, sebelum dilaksanakan deklarasi telah dilakukan verifikasi di 4 dusun pada tanggal 18 Januari 2020. Diantaranya Dusun Tapang Perondah, Dusun Sungai Bala, Dusun Tembawang Nangka, dan Dusun Danau Raya,” kata Henry.

Ia mengapresiasi kepada seluruh masyarakat bersama Pemerintah Desa Tapang Perondah Kecamatan Sekadau Hulu serta Puskesmas setempat yang telah berhasil mewujudkan desa ini sebagai desa ODF yang kedua di Sekadau Hulu.

Ia berharap, dengan dideklarasikannya Desa Tapang Perondah menjadi ODF dapat memicu dan memotivasi desa-desa lainnya di Kecamatan Sekadau Hulu khususnya dan Kabupaten Sekadau pada umumnya.

Bupati Sekadau Rupinus juga menjelaskan, sanitasi atau yang sering disebut kesehatan lingkungan merupakan salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.

“Sanitasi identik dengan penyediaan air bersih, jamban keluarga, sarana pengelolaan sampah, dan sarana pembangunan air limbah,” tukas bupati.

Menurut dia, apabila didukung dengan perilaku hidup bersih dan sehat dari masing-masing individu, akan mampu mencegah terjadinya berbagai penyakit berbasis lingkungan seperti diare, demam berdarah, maupun cacingan.

Terkait dengan hal itu, bupati mengimbau perlu dipahami bersama bahwa sampai saat ini Sekadau  masih menghadapi permasalahan besar dalam bidang sanitasi, seperti penyediaan air bersih dan pengelolaan limbah, serta masih adanya sebagian masyarakat yang terbiasa melakukan buang air besar sembarangan.

“Kebiasaan tersebut tentu saja sangat membahayakan, baik bagi kesehatan lingkungan maupun manusia itu sendiri,” sambung bupati.

Mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah telah menetapkan kebijakan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) dengan 5 pilar STBM yaitu, stop buang air besar sembarangan, mencuci tangan pakai sabun, mengelola air minum dan makanan rumah tangga yang aman, mengelola sampah rumah tangga dengan aman dan mengelola limbah cair rumah tangga. (Arni/Humas Pemda Sekadau)

Bagaimana Menurut Anda