Bupati Jarot Pastikan Pemkab Sintang Serius Tangani Covid-19

153

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Berdasarkan pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 8 Mei 2020 lalu, yang mengatakan ada 65 daerah yang belum melaporkan penyesuaian Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020, salah satunya Kabupaten Sintang, sehingga hal tersebut menimbulkan komentar dari sejumlah kalangan elit politik. Salah satunya mantan Gubernur Kalbar Cornelis yang merupakan legislator Senayan.

Pernyataan mantan Gubernur Kalbar dua periode ini pun didasari apa yang disampaikan oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, dimana ia beranggapan bahwa empat kepala daerah di Kalbar ini dipertanyakan keseriusannya dalam menangani dan penanggulangan pandemi Corona Virus Disease 2019 (covid-19) karena adanya keterlambatan dalam hal penyampaian penganggaran penyesuaian APBD 2020.

Menanggapai pernyataan tersebut, Bupati Sintang Jarot Winarno pun membenarkan apa yang disampaian legislator Senayan dapil Kalbar itu. Menurut Jarot, apa yang disampaian Cornelis tersebut merupakan gambaran secara umum, karena kalau suatu daerah ingin serius menangani permasalahan yang ada, maka yang harus diperhatikan ialah anggarannya harus segera beres.

“Begini, Pak Cornelis ni guru saya, jadi benar penyataan beliau, kok sampai ada empat daerah kabupaten/kota, lima sebenarnya termasuk provinsi, kok anggarannya belum disetujui, kan itu pertanyaan beliau, itu menunjukan bahwa daerah kalau mau serius anggaran cepat beres dong, kan itu pernyataan beliau ni secara umum,” ungkap Jarot usai memimpin rapat membahas pelaksanaan hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah di Kabupaten Sintang bersama unsur Forkopimda, ormas Islam, alim ulama dan tokoh pemuda di Kabupaten Sintang, di Pendopo Bupati Sintang.

Jarot pun menyampai kalau khusus Kabupaten Sintang, bukan kaitannya soal ketidakseriusan soal anggaran, tapi pemkab hanya terlambat menyampaikan laporan penyesuain APBD kepada Kementerian Keuangan, sehinga itulah Kabupaten Sintang disebut menjadi salah satu dari 65 daearah yang belum melaporkan kaitan dengan anggaran tersebut.

“Kurang serius ape kite ni, pasien dari luar pun kita sembuhkan bukan dari Sintang sendiri ini ya, kurang apa saya ni, hampir tiap hari ketemu pasien isolasi ya kan, kita ni serius, dana pun tersedia cukup. Kita ni juga ngurus TKI di rumah singgah Dinas Sosial tu 9 orang dari Lombok, kemudian lagi dari Palu pernah ada satu orang, dari kabupaten lain juga, dari Malaysia ada dua kemarin kita kembalikan ke Malaysia, jadi kita sih seriuslah,” tegasnya.

Dijelaskan Jarot, dalam penanganan dan penanggulangan pandemic Covid-19, Pemkab Sintang sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp42 miliar. Hal tersebut pun sudah disampaian ke Kementerian Keuangan pada Senin pekan lalu dan saat ini Pemkab Sintang masih menunggu evaluasinya.

“Kita tunggu evaluasinya pekan ini, kalau sudah disetujui ya tinggal jalan, kalah belum disetujui apa yang salah hasil evaluasinya kita perbaiki kita kirim kembali. Tapi pendanaan sementara untuk penanganan Covid-19 aman, dananya ada, saya perintahkan segera dicair-cairkan tu yang Rp42 miliar, cairkan pakai semuanya,” beber Jarot.

Jarot pun kembali menegaskan bahwa Pemkab Sintang sangat serius dalam penanganan dan pecegahan Covid-19. “Sintang sih seriuslah, pembandingnya apa pernyataan dari Pak Gubernur Sutarmidji beberapa waktu lalu bahwa Sintang lah salah satunya kemungkinan paling cepat menurukan Covid-19,” pungkasnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Sintang Florensius Roni juga menanggapi pernyataan yang menganggap Sintang sebagai salah satu daerah di Kalbar yang dipertanyakan keseriusannya dalam penanganan Covid-19 hanya karena keterlambatan penyampaian penyesuaian APBD 2020. Hal itu menurut Roni sangat disayangkan.

“Bahwa Sintang masuk dari empat daerah di Kalbar yang dianggap tidak serius dengan penanangan Covid-19, saya protes. Kalau terkait rasionalisasi anggaran memang ada keterlambatan, tapi kalau di bilang Sintang penanganan Covid-19-nya tidak serius salah betul,” kata Roni.

Roni menambahkan, DPRD sangat mendukung dan memberikan apresiasi serta dorongan terkait langkah-langkah yang diambil pemkab dalam proses penanggulangan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Sintang ini. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda