Bupati Jarot Optimis Potensi Tanaman Teh Bisa Berkembang di Sintang

132

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno,M.Med.PH membuka acara workshop pengenalan komoditi teh yang dilaksanakan oleh Solidaridad bekerjasama dengan Keling Kumang Grup di Balai Ruai, Komplek Pendopo Bupati Sintang, Selasa (23/7/2019) pagi.

Melalui kesempatan itu, bupati mengajak para petani yang hadir pada acara tersebut untuk mencoba mengembangkan potensi tanaman teh yang saat ini demplot tehnya ada di Desa Sepulut, Kecamatan Sepauk.

Terlebih, kata Jarot, saat ini teh di Indonesia rata-rata didatangkan dari Vietnam dan Thailand. Karena di Indonesia itu dalam setahun perlu 155 ribu ton teh, namun produksi teh Indonesia hanya 80 ribu ton pertahunya. Jadi masih kurang 70 ribu ton, sehingga untuk memenuhinya harus didatangkan dari luar.

“Saya malu rasanya, karena tanah air kita ni masih luas, nah ini kesempatan kita untuk kembangkan. Kemarin saya dibawa Pak Kulbir dan kawan-kawan untuk melihat demplot teh di Sepulut, sebelum simpang Manis Raya Sepauk tu. Disana tumbuh subur tu tehnya, jadi itu bisa nanti dikembangkan para petani,” kata Jarot.

Selain sebagai potensi yang bisa dikembang, lanjut Jarot, bahwa komoditi teh ini juga bisa menjadi salah satu sektor pendapatan lain ekonomi jika dikembangkan. Mengingat harga komoditi utama mata pencaharian masyarakat seperti karet dan sawit, harganya sering fluktuatif atau tidak stabil dan juga tanaman teh ini cocok dengan konsep agrowisata yang terus dikembangkan di Kabupaten Sintang. Karena kalau di tanam teh, daerah itu bisa jadi indah.

“Jika ada sisa-sisa lahan bolehlah kita coba tanam teh ini, boleh juga digabung sama tanaman lain, misalnya tanaman sahang, dengan karet, tanaman jeruk juga bisa. Jadi saya optimis, teh ni bisa berkembang di Sintang ni. Karena ada Solidaridad, Keling Kumang, asosiasi teh Indonesia yang bantu kita,” ungkap Jarot.

Country Manager Solidaridad Kulbir Mehta mengatakan, pihaknya mencoba memperkenalkan komoditas teh yang baru untuk Kabupaten Sintang, dengan harapan teh ini nantinya bisa membantu memberikan jaminan ataupun pendapatan alternatif masyarakat.

Kulbir pun menjelaskan, tanaman teh ini sangat ramah lingkungan, karena di satu sisi teh ini bisa berfungsi sebagai penyerap karbon, kemudian juga bisa mencegah erosi tanah dan juga menyerap air.

“Kami lihat teh di pasar disini banyak datang dari Jawa atau dari luar negeri seperti Vietnam. Nah, kami ingin teh itu harusnya datang dari daerah ini sendiri, yaitu teh asli orang Kalimantan,” harapnya.

Kulbir mengucapkan terima kasih atas dukungan dari asosiasi marketing teh Indonesia bersama-sama dengan Solidaridad dan juga Keliang Kumang Grup serta Pemerintah Kabupaten Sintang menjadikan program ini menjadi sukses kedepannya. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda