Bupati Egi Usung Transformasi Lampung Selatan di Final PPD Nasional 2026

1

LAMPUNG SELATAN, BERITAANDA – Kabupaten Lampung Selatan memasuki babak akhir penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 tingkat nasional. Pada tahap III atau final, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama memaparkan secara langsung arah transformasi pembangunan daerah dihadapan Tim Penilai dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), Selasa (1/9/2026).

Presentasi berlangsung di Ruang Rapat Djunaedi Hadisumarto (DH) 2 Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat. Tahap ini menjadi salah satu bagian penting dalam proses penilaian PPD 2026, dengan tim penilai melakukan pendalaman terhadap kualitas perencanaan pembangunan, capaian kinerja, konsistensi pelaksanaan program, serta dampaknya terhadap masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Egi mengangkat tema ‘Transformasi Lampung Selatan Menuju Indonesia Emas 2045: Sinkronisasi Kebijakan, Capaian Kinerja, dan Program Unggulan Daerah’. Ia didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto dan Kepala Bappeda Lampung Selatan Aryan Saruhian.

Salah satu gagasan utama yang disampaikan Bupati Egi adalah transformasi posisi strategis Lampung Selatan sebagai pintu masuk Pulau Sumatra. Menurutnya, Lampung Selatan tidak cukup hanya dikenal sebagai gerbang Sumatra. Posisi tersebut perlu ditingkatkan menjadi beranda Sumatra, yakni daerah yang mampu menarik orang untuk datang, singgah, berwisata, berinvestasi, hingga melakukan aktivitas ekonomi.

“Lampung Selatan memiliki peran strategis sebagai gerbang Pulau Sumatra. Hari ini kami ingin mentransformasikannya dari gerbang menjadi beranda Pulau Sumatra. Karena kalau hanya menjadi gerbang, kita hanya dilewati dan tidak disinggahi. Ini tentu berdampak terhadap perputaran ekonomi yang terjadi di tempat kami,” ujar Bupati Egi dalam presentasinya.

Gagasan tersebut menjadi bagian dari visi besar pembangunan Lampung Selatan menuju kabupaten yang maju dan berdaya saing, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Arah pembangunan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola pemerintahan, pemerataan pembangunan, keberlanjutan lingkungan, serta terciptanya kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis.

Dihadapan tim penilai, Bupati Egi turut memaparkan sejumlah indikator makro yang menunjukkan tren positif pembangunan daerah.

Pertumbuhan ekonomi Lampung Selatan pada 2025 tercatat mencapai 5,71 persen, meningkat dibandingkan 2024 yang berada di angka 4,62 persen. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di antara seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung pada 2025. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka juga menurun dari 4,97 persen pada 2024 menjadi 4,67 persen pada 2025.

Menurut Bupati Egi, penurunan tersebut menunjukkan adanya perbaikan dalam penyerapan tenaga kerja. Namun, kondisi itu tetap perlu diperkuat melalui penciptaan lapangan kerja baru serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Di tengah capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan yang perlu ditangani secara berkelanjutan.

Pemerataan infrastruktur, keterbatasan lapangan pekerjaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, keberlanjutan ekonomi desa, hingga pengendalian tata ruang menjadi sejumlah isu strategis yang masih memerlukan perhatian bersama.

Disisi lain, Lampung Selatan memiliki peluang besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata bahari, pertanian, industri, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Berbagai potensi tersebut dinilai dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tak hanya pembangunan fisik dan ekonomi, Bupati Egi juga memaparkan perkembangan tata kelola pemerintahan. Salah satunya ditunjukkan melalui peningkatan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang pada 2025 mencapai 67,07. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penguatan akuntabilitas sekaligus efektivitas kinerja birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Melalui tahapan final PPD 2026, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang terencana, terukur, konsisten, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Tahap akhir penilaian ini sekaligus menjadi momentum bagi Lampung Selatan untuk menunjukkan bahwa berbagai kebijakan dan program unggulan daerah tidak hanya dirancang dalam dokumen perencanaan, tetapi juga diimplementasikan secara konsisten untuk mendorong transformasi daerah menuju kabupaten yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing. (Kmf)

Bagaimana Menurut Anda