Bupati dan Wabup Sekadau Hadiri Acara Ritual Adat Pengganti Gawai Nyapat Tahun di Rumah Betang

95

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Bupati Sekadau Rupinus, SH M.Si dan Wakil Bupati (Wabup) Aloysius, SH M.Si ikut menghadiri ritual adat pengganti gawai nyapat tahun di Betang Youth Centre Sekadau Jalan Panglima Naga, Sabtu (11/7/2020).

Turut hadir juga dalam acara ritual adat ini anggota DPRD Kabupaten Sekadau Paulus Subarno yang juga sebagai Ketua Paguyun Ayong Tao Ketungau, Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Sekadau Welbertus Willy, Pastor Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau, Pastor Kristianus, CP, para Ketua DAD se-Kabupaten Sekadau dan para Ketua Paguyuban Sub Suku yang ada di Kabupaten Sekadau.

Bertindak sebagai pomang (pembaca doa) dalam acara ritual adat itu FransYohanes, tetua adat asal Kecamatan Nanga Mahap.

Acara ritual adat yang dilangsungkan secara sederhana tersebut dilaksanakan langsung di jurong (tempat penyimpanan padi) yang letaknya tidak jauh dari bangunan Betang Youth Center.

Bupati dan Wakil Bupati Sekadau serta Ketua DAD dan anggota DPRD ikut naik jurong menyaksikan ritual adat itu, termasuk juga para Ketua DAD dari 7 kecamatan dan ketua paguyuban.

Selesai dilangsungkannya acara ritual adat, dilanjutkan dengan acara pemberkatan benih dan sejumlah alat pertanian oleh Pastor Paroki Sekadau Pastor Kristianus, CP.

Ketua DAD Kabupaten Sekadau dalam sambutannya mengatakan, acara ritual adat yang dilaksanakan oleh DAD Kabupaten Sekadau kali ini sebagai pengganti gawai nyapat tahun akibat dampak dari pandemi Covid-19.

“Mengingat karena covid, sehingga pelaksanaan gawai dayak ditiadakan. Kita tahu bahwa gawai dayak merupakan tradisi, maka dilakukan dengan acara ritual adat. Selain ritual adat, segala jenis alat-alat pertanian dan benih juga diberkati oleh pastor,” ujar Welbertus Willy.

Menurutnya, ikut dalam pelaksanaan ritual adat ini terdiri dari DAD se-Kabupaten Sekadau dan 16 paguyuban di bawah naungan DAD.

“Dana yang kita gunakan dalam acara ritual adat ini bersumber dari dana hibah Pemda Sekadau. Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati,” ujarnya.

Terakhir dalam sambutannya Welbertus Wily mengatakan, dengan dilaksanakan ritual adat ini, maka sudah dilaksanakan gawai dayak nyapat tahun yang merupakan tradisi dayak Kabupaten Sekadau.

Sementara itu Bupati Sekadau Rupinus juga mengatakan, ada banyak kegiatan sosial kemasyarakatan, salah satunya gawai dayak yang tidak bisa dilaksanakan akibat dampak dari virus corona. Untuk data nasional per Jumat (10/7/2020) ada kurang lebih 2.657 orang Indonesia tertular virus corona.

Atas pertimbangan terhadap penularan virus Covid-19 ini, sehingga kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang banyak sementara ditiadakan sesuai dengan protokol kesehatan. Termasuk, kata bupati, pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Kalbar yang seharusnya dilaksanakan bulan April 2020 diundur pada bulan September 2020 mendatang dan itupun masih melihat perkembangan di lapangan.

“Gawai dayak juga demikian, yang seharusnya dilaksanakan setiap bulan Juli atau sesudah gawai dimasing-masing daerah atau kampung untuk tahun ini ditiadakan,” jelas dia.

Bupati Rupinus mengapresiasi acara ritual adat dan pemberkatan benih dan alat pertanian yang dilaksanakan DAD Kabupaten Sekadau sebagai pengganti gawai dayak nyapat tahun. Menurut Bupati Rupinus, gawai dayak Kabupaten Sekadau yang dilaksanakan setiap tahunnya menutup semua kegiatan-kegiatan nyapat tahun yang ada di Kabupaten Sekadau.

Ia mengatakan, gawai merupakan wujud ucapan syukur dan untuk memulai pertanian untuk tahun berikutnya.

“Gawai dayak Kabupaten Sekadau menutup semua kegiatan-kegiatan gawai nyapat tahun yang ada di Kabupaten Sekadau,” jelas dia.

Bupati berterimakasih kepada semua yang terlibat dalam pelaksanaan acara ritual adat ini hingga bisa sukses terlaksana.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Pastor Kris yang sudah menyiapkan Betang sebagai tempat ritual adat. Terimakasih juga kepada Ketua DAD Kabupaten Sekadau, Ketua DAD Kecamatan serta para ketua paguyuban yang telah hadir dalam acara ritual adat ini, terimakasih juga kepada panitia,” ujarnya. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda