Budidaya Ikan Jurung, Anton Sukses Tuai Omzet Ratusan Juta

2268

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Terlihat cukup sederhana, profesi yang kini ditekuni Marihot Anton Sihombing (46) terbilang menjanjikan. Menamatkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA), Anton memulai usaha budidaya ikan jurung miliknya dari nol.

Keterbatasan ilmu pengetahuan di bidang perikanan yang Anton miliki tidak lantas membuat dia menyerah begitu saja. Terbukti, kini penjualan usaha perikanan miliknya telah mempunyai omzet hingga ratusan juta pertahunnya.

“Niat awalnya hanya sebatas konservasi untuk melindungi ikan jurung dari kepunahan sungai Batangtoru,” ujar warga sekaligus Kepala Desa Sisoma dua periode, Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) ini kepada wartawan, Jumat (3/5/2019).

Usaha konservasi dan penelitian 200 ekor anak ikan jurung (ukuran dua jari) sungai Batangtoru baru mulai tampak menunjukkan hasil setelah berjalan lima tahun lamanya, terhitung sejak Anton mulai pada tahun 2004 lalu.

“Alhamdulillah, seiring waktu berjalan, usaha budidaya kecil-kecilan itu kekinian sudah menjadi 16 petakan kolam. Sehingga, kita sudah mampu menyuplai benih ikan jurung hingga mencapai 30 ribu ekor setiap tahunnya,” ujarnya.

Untuk pemasaran, kata Anton, menyasar wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yaitu, Madina, Paluta, Palas, Padangsidimpuan, dan Tapanuli Selatan. Berikut daerah lainnya seperti Labusel, Labura, Medan, Riau, dan Pulau Sumatera pada umumnya.

Harga komoditas ikan, menurut Anton bervariasi. Ukuran 5-8 cm dipatok Rp6 ribu/ekor, sedangkan 8-10 cm dihargai Rp6 ribu/ekornya (dikonversi kali 30 ribu pertahun mencapai angka Rp150-180 juta). Diluar penjualan ikan jurung untuk konsumsi dengan 400-500 ribu/kilogram.

Ikan jurung (tor tambroides) di Tapanuli Selatan dikenal ikan merah, bibirnya dikenal garing, sedang di Tapanuli dikenal ihan batak. Memiliki protein tinggi mengandung omega tiga dan ambumin yang bisa mereskoperi sel-sel tubuh yang sudah rusak dan menambah stamina.

“Menurut mitos, ikan jurung dulunya untuk konsumsi atau persembahan raja-raja. Boleh percaya atau tidak, juga bisa meningkatkan kesuburan baik lelaki maupun wanita untuk mendapatkan keturunan termasuk biar cepat mendapatkan jodoh,” tuturnya.

Meski belajar secara otodidak, namun pengetahuan dan pengalaman Anton dibantu empat karyawan ditambah anggota keluarganya tersebut kini banyak dibutuhkan orang lain, termasuk dari dinas-dinas terkait perikanan.

Lokasi pembibitan dan pembesaran ikan jurung, memanfaatkan sumber air Aek Lancat dari Lembah Lubuk Raya, kini menjadi ramai sebagai pusat pelatihan mandiri kelautan dan perikanan dan unit pembenihan rakyat. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda