BSI Region III Palembang Siap Implementasikan Digitalisasi Bisnis

6

PALEMBANG, BERITAANDA – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Region III Palembang siap mengimplementasikan digitalisasi bisnis menyusul rampungnya transformasi sistem Information Technology (IT) sebagai fondasi percepatan bisnis dan penguatan layanan digital.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari agenda besar perseroan selama satu tahun terakhir yang dijalankan dengan dukungan dan supervisi aktif Danantara Indonesia sebagai pengelola investasi pemerintah. Langkah ini memperkuat kesiapan BSI memasuki fase pertumbuhan berikutnya.

Region CEO BSI Region III Palembang, Ari Yusnairy Muslim mengatakan, transformasi teknologi telah diselesaikan di kantor pusat dan mencakup seluruh jaringan BSI, termasuk Regional III Palembang.

“Transformasi ini menjadi fondasi bagi kami untuk mempercepat digitalisasi layanan dan memperkuat daya saing BSI di tengah perkembangan industri keuangan yang semakin dinamis,” ujar Ari, Selasa (30/6/2026).

Transformasi IT yang rampung pada pertengahan Mei 2026 tersebut melibatkan sekitar 1.500 personel lintas fungsi dan menjadi salah satu proyek teknologi terbesar yang pernah dijalankan BSI.

Seluruh tahapan, mulai dari migrasi data, peningkatan sistem core banking dari R10 ke R24, konversi sistem, hingga validasi dilakukan secara terkendali di bawah pengawasan regulator serta dipantau langsung oleh Danantara untuk memastikan proses berjalan aman dan lancar.

“Kami siap mengimplementasikan bisnis digital di seluruh ekosistem bisnis BSI Region III Palembang guna menghadirkan layanan keuangan yang semakin modern, inklusif, dan kompetitif,” katanya.

BSI Region III Palembang membawahi enam provinsi yang terbagi dalam lima area, yakni Padang, Bengkulu, Jambi, Palembang, dan Lampung. Jaringan layanan di wilayah tersebut terdiri atas 16 Kantor Cabang, 85 Kantor Cabang Pembantu (KCP), serta dua Kantor Fungsional Operation (KFO).

Dari sisi kinerja, hingga Maret 2026 BSI Region III Palembang mencatat pertumbuhan yang melampaui rata-rata industri perbankan di wilayahnya. Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 23,9 persen secara tahunan (year on year/YoY), sementara pembiayaan tumbuh 26 persen YoY. Capaian tersebut menunjukkan fungsi intermediasi BSI berjalan optimal.

Ke depan, optimalisasi layanan digital akan difokuskan pada pengembangan bisnis emas dan haji. Hal ini sejalan dengan posisi BSI yang kini memiliki dual licence sebagai bank syariah sekaligus bank emas (bullion bank).

Kinerja kedua segmen tersebut juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Tabungan emas meningkat 406,5 persen secara tahunan dengan pertumbuhan jumlah rekening (Number of Accounts/NOA) mencapai 937 persen. Sementara itu, tabungan haji beserta NOA-nya tumbuh sekitar 18–19 persen YoY.

BSI resmi menjadi bank bullion sejak 26 Februari 2026 setelah sebelumnya ditetapkan sebagai bank persero pada 23 Januari 2026. Sejak itu, perseroan terus melanjutkan transformasi bisnis guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia.

Transformasi digital yang dijalankan turut tercermin pada kinerja keuangan perseroan. Hingga April 2026, BSI secara nasional membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp2,80 triliun atau tumbuh 17,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Total aset mencapai Rp452 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp382 triliun, dan pembiayaan mencapai Rp332 triliun dengan kualitas aset yang tetap terjaga, mencerminkan fundamental perusahaan yang semakin kuat untuk menopang pertumbuhan berkelanjutan. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda