BPBD Akan Gelar Rakor Karhutla, Media dan Akademisi Dilibatkan

203
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Sekadau M.Wahyu Ardi. (BERITAANDA)

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau segera melaksankan rapat koordinasi (rakor) bersama pihak terkait.

Sedikit berbeda dari sebelumnya, tahun ini (2019) peran media massa dan akademisi akan dilibatkan.

“Besok (Rabu) kita rakor. Peran rekan-rekan media dan akademisi akan dilibatkan, sehingga nantinya ada lima unsur yang akan berperan untuk mencegah karhutla,” ungkap M.Wahyu Ardi ST MT selaku Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Sekadau saat dikonfirmasi BERITAANDA, Selasa (23/7/2019), di ruang kerjanya.

Dikatakan Wahyu, jika sebelumnya pencegahan dan penanganan karhutla ditangani oleh tiga unsur, yakni pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Maka mulai tahun ini unsur media dan akademisi akan diikutsertakan.

Pihaknya masih akan mengutamakan pencegahan terjadinya karhutla dengan sosialisasi kepada masyarakat, terutama di daerah rawan karhutla.

Tahun ini juga, dikatakan Wahyu, TNI akan menerjunkan 1.000 personel di Kalimantan Barat untuk disebarkan ke-14 kabupaten/kota sebagai bantuan pasukan pencegahan dan penanganan karhutla.

“Kita di Sekadau informasinya akan diterjunkan 40 personel TNI, dan akan bergabung dengan tim dari Kepolisian, BPBD serta masyarakat,” tambah Wahyu.

Lanjut dia, BPBD Kabupaten Sekadau tahun ini juga memfokuskan pemantauan pada 4 desa rawan karhutla di 2 kecamatan, yakni Desa Sungai Ayak 1 dan Entabuk di Kecamatan Belitang Hilir serta Desa Sungai Kunyit dan Desa Landau Kodah di Kecamatan Sekadau Hilir.

Pasalnya, kata dia, di empat desa tersebut terdapat Iahan gambut yang cukup luas. Untuk itu dari 4 desa tersebut akan ditempatkan 15 personel gabungan TNI, Polri, BPBD dan masyarakat selama 4 bulan.

“10 anggota TNI, 2 Polri, 1 BPBD dan 2 masyarakat di masing-masing desa yang menjadi fokus perhatian kita,” terangnya.

Sampai dengan saat ini, terhitung Januari sampai Juli, BPBD Kabupaten Sekadau mencatat 2 titik hotspot masing-masing 1 titik di Kecamatan Sekadau Hilir dan 1 titik di Kecamatan Sekadau Hulu. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda