BMKG Minta Masyarakat Waspada Banjir Bandang Longsor serta Angin Puting Beliung

238
Ilustrasi.

PALEMBANG, BERITAANDA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang merilis prakiraan cuaca yang berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi akibat hujan deras dan angin kencang di Sumatera Selatan.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Sumsel, Bambang Beny Setyaji mengatakan, secara regional, seiring aktifnya musim hujan di wilayah Sumsel dengan indikasi masih aktifnya Angin Muson Cina Selatan (Muson Barat) yang sarat uap air dan melalui wilayah Indonesia pada umumnya serta wilayah Sumsel pada khususnya, mengakibat peningkatan curah hujan.

Selain itu, kata dia, adanya potensi hujan disertai petir dan angin yang umumnya terjadi pada siang-sore hari. Sedangkan potensi hujan ringan-sedang yang berlangsung lama apabila terjadi pada malam-dini hari.

Secara lokal, permukaan Sumsel yang umumnya berkarakteristik rawa dan sungai menjadi penyuplai uap air dan adanya pusat tekanan rendah di wilayah Australia (belahan bumi selatan) serta adanya ITCZ (Inter Tropical Convergence Zone) / DKAT (Daerah Konvergensi Antar Tropik) di wilayah Indonesia bagian Selatan dan Australia bagian Utara, menyebabkan adanya belokan (trough) dan pertemuan massa udara (konvergensi) di wilayah Sumsel yang menuju DKAT tersebut meningkatkan suplai uap air untuk pertumbuhan awan konvektif atau awan hujan akibat pemanasan matahari.

Sedangkan pada wilayah Sumsel bagian Barat (dataran tinggi Bukit Barisan) angin lembah yang terjadi mendapat pasokan uap air dari Samudera Hindia dan Angin Muson yang meningkatkan pertumbuhan awan orografik atau awan hujan akibat ketinggian permukaan.

Berdasarkan kondisi regional dan lokal ini akan menyebabkan peningkatan dan terus menerus curah hujan di wilayah Sumsel bagian barat, yakni pada wilayah dataran tinggi (Bukit Barisan) yang akan berdampak potensi adanya bencana hidrometeorologi berupa genangan atau banjir, banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Musi Rawas, Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Lahat, Kabupaten Muratara, Kabupaten Muba, Kabupaten PALI, dan Kabupaten Muara Enim.

Sedangkan potensi bencana hidrometeorologi seperti angin kencang / puting beliung dan genangan atau banjir pada wilayah Kota Pagar Alam, Kota Prabumulih, Kabupaten Banyuasin, Kota Palembang, Kabupaten OKI, Kabupaten OI, Kabupaten OKU Timur, Kabupaten OKU dan Kabupaten OKU Selatan.

“Secara umum kondisi hujan disertai petir dan angin di wilayah Sumsel akan berpotensi meningkat pada tanggal 17-19 Februari 2020 dan berpotensi ekstrim,” ujarnya, Senin (17/2/2020).

Hujan ekstrim akan turun pada 19-22 Februari 2020 dan kembali meningkat 22-24 Februari 2020.

Secara khusus, kata dia, hujan yang disebabkan awan konvektif dan orografis pada siang-sore hari di wilayah Sumsel akan berpotensi tetap terjadi selama musim hujan serta adanya potensi kabut radiasi pada dini-pagi hari yang dapat mengurangi jarak pandang.

BMKG mengimbau masyarakat dan stakeholder terkait untuk tetap waspada dan update informasi serta peringatan dini cuaca dari BMKG, dan melakukan tindakan preventif meminimalisasi dampak bencana hidrometeorologi yakni melakukan perbaikan infrastruktur lebih tahan bencana, membersihkan dan memperbaiki drainase, memangkas atau mengurangi dahan dan ranting pohon agar tidak tumbang, perbaikan daerah aliran sungai (DAS), menyiapkan kolam-kolam retensi, memprioritaskan transportasi udara dan air tidak pada siang-sore hari.

“Berhati-hati beraktifitas di luar rumah dengan tidak berteduh di bawah pohon dan menghindari genangan yang berpotensi kemacetan apabila terjadi hujan pada siang-sore hari. Berhati-hati beraktifitas atau berkendaraan pada dini-pagi hari seiring pengurangan jarak pandang akibat potensi kabut dan sebagainya,” ujar Benny. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda