Beginilah Kronologis Kejadian Pembunuhan Biarawati Cantik di Sungai Baung

1242

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Tim gabungan Satreskrim Polres OKI dan Jatanras Polda Sumsel serta Polsek Air Sugihan berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka Nang (20) dan Hendry (18), terkait pemerkosaan disertai pembunuhan terhadap calon pendeta, Melidawati Zidoni (24).

“Ya kami memang benar menangkap tersangka pada hari Kamis sekitar pukul 10.00 Wib,” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adi Negara saat press release di Polda Sumsel, Jumat (29/3/2019).

Ia menjelaskan, awal mulanya salah satu korban bernama Melidawati Zidoni dan Nita Pernawan berangkat dari Divisi 4 dengan menggunakan sepeda motor Honda Revo yang berwarna hitam list merah menuju ke Pasar Jeti Sungai Baung OKI sekira pukul 17.00 Wib.

“Kemudian kedua korban tersebut pulang menuju camp di Divisi 4. Sebelum sampai di Divisi 4, tepatnya di Blok F.19 Divisi 3, korban dihadang di jalan dengan cara diblokir menggunakan batang kayu balok berukuran 2 meter,” ujarnya.

Ia menambahkan, korban tersebut langsung diberhentikan dan dihampiri oleh kedua orang pelaku dengan ciri-ciri berbadan kurus dengan tinggi kurang lebih 165 Cm, dengan menggunakan baju hitam dan memakai penutup wajah.

“Lalu kedua korban langsung dicekik dan tangan diikat menggunakan karet bekas ban dalam motor,” katanya.

Masih kata Kapolda Sumsel, pelaku mengaku korban tersebut pingsan dan dibuang ke semak-semak di areal perkebunan sawit.

“Selanjutnya korban Melidawati Zidoni dicekik hingga meninggal, kemudian mayatnya diseret dan dibuang di TKP kedua yang berjarak lebih kurang 100 meter dari TKP pertama,” ungkapnya.

Saat ditemukan oleh warga yang mencari korban sejak pukul 22.00 Wib hingga 04.30 Wib, kata Kapolda lagi, korban ditemukan dalam keadaan tidak menggunakan celana dan baju bagian atas terbuka.

“Kedua tersangka, Nang dan Hendry mengakui menghadang jalan dengan cara memblokir jalan menggunakan batang kayu balok. Lalu menghampiri korban, dan menyeret korban ke perkebunan kelapa sawit,” ungkapnya.

Sekitar dua pekan sebelum kejadian, lanjut Kapolda, pelaku atas nama Nang berkelahi dengan orang Nias atas nama Princes dari Divisi 4. Timbullah dendam terhadap orang bersuku, yang menurut para tersangka ini terkesan sombong.

Ia menjelaskan, berselang dari kejadian itu, ketika saat duduk berdua, tersangka Nang dan Hendry melihat Melinda dari kejauhan dengan menggunakan pakaian minim. Lalu tersangka Nang berkata kepada Hendry, alangkah cantiknya cewek itu.

“Lalu kami pada hari Senin pada tanggal 25 Maret 2019, tersangka Nang memiliki niat ingin melancarkan nafsu jahat kepada Melinda. Kemudian kedua pelaku merencanakan aksi jahatnya,” pungkasnya.

Selain motif dendam karena merasa telah dihina dengan sebutan ‘jelek’, dua pemuda yang tercatat sebagai penghuni base camp PT PSM Divisi 4, Dusun Sungai Baung, Desa Bukit Batu, Air Sugihan OKI ini, jelas Kapolda lagi, nekat menghabisi nyawa Melindawati Zidoni dengan mencekik leher, memukul menggunakan balok, dan mencabulinya karena korban mengenali pelaku.

“Motifnya tidak lain dendam, karena dia merasa terhina oleh korban dengan dikatakan ‘jelek’. Pelaku ini menyimpan perasaan dengan korban, namun ditolak korban. Lalu, kedua tersangka menyusun rencana dengan menghadang korban saat hendak pulang. Dengan memalangkan balok, korban dicekik dan diseret ke dalam kebun,” tandas Kapolda.

Sesampainya di lokasi, masih lanjut Kapolda, mereka mencabuli korban. Dikarenakan korban sempat menarik topeng dan mengenal pelaku, akhirnya mereka sepakat menghabisi nyawa korban, Senin (25/3/2019) pukul 16.30 Wib.

Ditambahkan Zulkarnain, memang setelah terungkap kasus pembunuhan pendeta cantik ini, anggota Jatanras, Polres OKI dan Polsek Air Sugihan mengamankan empat orang, namun hanya dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka, mengingat adanya bukti dan keterangan saksi kunci, Nita Pernawan (9).

“Hanya delapan jam menyelidiki pelakunya dan menggali keterangan mereka. Akhirnya terkuak, misteri pembunuhan disertai pencabulan biarawati ini. Memang, sempat dinyatakan ada kerusakan di alat kelamin korban, namun dugaan pemerkosaan itu tidak terjadi, itu menurut dokter forensik kita, RS Bhayangkara,” tambah orang nomor satu di Polda Sumsel itu.

Jendral berpangkat bintang dua ini juga mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini, untuk mengetahui apakah kedua tersangka terlebih dahulu mengkonsumsi narkoba sebelum menghabisi nyawa korban.

“Kita masih gali terus, jika ada arah kesana pasti akan kami kabarkan. Yang pastinya, tersangka ini akan kami jerat dengan pasal pembunuhan berencana sesuai pasal 340 jo 365 jo 285 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup. Karena bermotif dendam, serta barang bukti balok, cukup mengantarkan buruh perkebunan sawit ini ke balik jeruji tahanan,” pungkasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda