‘Bapak Beruang’ Resmikan Kolam Pancing Kampoeng Beruang

240

PESAWARAN-LAMPUNG, BERITAANDA – Selain meresmikan kolam pancing ikan kampoeng beruang, Bumi Marinir Batu Menyan dihebohkan dengan festival lomba memancing ikan, yang dibuka oleh secara langsung oleh ‘Bapak Beruang’ Danyonif 9 Mar Letkol Mar Syamsul Bahri M. Tr (Hanla). Bertempat di Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran, dimana Markas Komando Yonif-9 Mar berdiri, Sabtu (4/5/2019).

Adapun peserta lomba dari berbagai penjuru, antara lain besaral dari Kecamatan Lempasing hingga Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran, yang diikuti kurang lebih 100 orang dengan 2 gelombang pemancingan.

Peserta lomba memancing tersebut nampak tumpah ruah, karena tidak dikenakan biaya administrasi alias gratis. Dan yang lebih menakjubkan, bagi peserta yang dapat menjadi pemenang sesuai kategori yang ditentukan oleh panitia, disediakan hadiah jutaan rupiah plus boleh membawa pulang ikan tangkapan.

Disaksikan langsung oleh orang nomor satu di jajaran Yonif -9 Mar Beruang Hitam yang kerap dipanggil ‘bapak beruang’, salah satu peserta bernama Saiful Bahri berhasil mendapatkan ikan emas besar. Hal ini membuat penasaran dan semangat peserta lainnya.

Hingga menjelang Dzuhur, festival lomba mancing di kampoeng beruang dinyatakan berakhir, ditandai dengan ditiupnya peluit oleh ketua panitia.

Setelah melalui proses penilaian dan perhitungan, hasilnya pada urutan pertama diraih oleh peserta atas nama Syaiful Bahri, juara kedua diraih oleh peserta atas nama M.Aji Ainur Rofi’i, sedang ditempat ketiga diraih oleh peserta bernama Sihombing.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pemberian uang pembinaan dan tropi oleh Wadanbrigif -4Mar/BS Letkol Marinir Datuk Sinaga M. Tr (Hanla), yang turut hadir pada kegiatan festival tersebut.

Danyonif -9 Marinir berpesan agar selain sebagai ajang lomba pada hari ini, untuk kedepannya kegiatan memancing dapat dibuka bagi masyarakat umum dan anggota prajurit yang memiliki hobi memancing.

“Selain untuk mengisi waktu di sela-sela dinas, juga untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Ini mungkin dapat menjadi kegiatan ngabuburit atau nyore bagi masyarakat Lampung sambil menunggu waktunya berbuka puasa,” pungkas Danyonif. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda