Bank BRI Komitmen Bantu Modal Nasabah Pelaku UMKM

297

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Bank Bakyat Indonesia (BRI) berkomitmen membantu permodalan nasabah pelaku UMKM, dengan menjadikan nasabah bisnis prioritas. BRI juga telah membuka banyak peluang bagi pelaku IKM dan UMKM melalui pinjaman tanpa agunan dengan suku bunga rendah dan persyaratan yang mudah untuk dilengkapi.

Hal itu disampaikan oleh Wapinwil Bisnis Kanwil BRI Provinsi Lampung Agus Adhiyat, saat seminar UMKM ‘menggelorakan kemandirian UMKM’ PWI Provinsi Lampung di aula PTPN VII, Selasa (19/11/2019).

“Kita sudah go publik sejak 2003, dan diminati investor dalam hal UMKM. Tentunya kami pasti sangat mengapresiasi pelaku usaha,” ujarnya saat sesi dialog bersama mahasiswa.

Keseriusan dan komitmen itu telah ditunjukan oleh BRI dengan memberdayakan peluang pinjaman modal 80 persen untuk pelaku usaha UMKM dan 20 persen corporate.

“Dalam hal ini BRI terus menjaga fortofolio, kita semua jaga komitmen itu sampai saat ini, sehingga sebagai buah manis kami bisa menjadi bank terbaik di Indonesia,” jelasnya.

Dari segi permodalan dunia usaha, Bank BRI terus berupaya agar dapat menembus segala lini usaha produk domisili brutto atau UMKM, meski sebagian besar UMKM tidak memiliki sistem administrasi seperti neraca laba rugi tercatat, tapi BRI terus melakukan terobosan dalam membantu pelaku usaha dalam melengkapi segala persyaratan.

Dengan pembiayaan yang sesuai, BRI akan memberikan pinjaman dengan tingkat usaha masing-masing, mulai dari tingkat sederhana atau level pembiayaan yang lebih besar selanjutnya.

“Kita melatih pegawai agar bisa wawancara usaha mikro dalam mengelola usaha, kemudian dimasukan dalam neraca, sehingga pelaku usaha dapat terbantu menyelesaikan berkas administrasi yang menjadi persyaratan,” terangnya.

Selama ini, kata dia, pihak pelaku usaha sering lupa akan pentingnya persyaratan administrasi untuk mempermudah persyaratan peminjaman, bahkan untuk pinjaman hingga Rp50 juta tak perlu agunan cukup surat keterangan dan tempat usaha saja.

“Kadang pengusaha suka lupa, karena kurang menyadari pentingnya administrasi, semisal tulis rincian di bekas kotak rokok dan lain sebagainya, nah yang inilah yang kami lakukan pendampingan, dengan mempermudah administrasi melalui mantri BRI yang ada di tiap desa,” katanya.

Tidak hanya soal permodalan, konsekuensi BRI lainnya ialah soal peningkatan kemampuan SDM dengan memberikan pendidikan dan training.

“Baru-baru ini kita sudah latih 10 ribu UMKM nasional, dengan rincian 100 UMKM Lampung untuk dapat pelatihan. Kegiatan ini juga langsung dihadiri marketplace tokopedia sehingga semua saling terkoneksi,” imbuhnya.

Tak hanya sampai disitu, Bank BRI juga menghadirkan antara buyer dari luar negeri dan carter billing 5 UMKM terpilih di Lampung, tentunya melalui seleksi oleh Dekranasda. Adapun penilaiannya berlangsung terbuka, yakni bagaimana keunggulan kualitas produksi hingga packing dan sebagainya.

“UMKM binaan kita juga kita fasilitasi untuk even pameran lokal, nasional maupun internasional le luar negeri. Jadi dapat disimpulkan BRI siap bermitra dengan pelaku UMKM karena itu prioritas kita,” pungkas Agus Adiat. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda