Atraksi Seni Budaya Pukau Pengunjung Sidimpuan Expo 2019

399

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Atraksi seni dan budaya yang ditampilkan lintas etnis dalam rangka menyemarakkan hari jadi Kota Padangsidimpuan ke-18, berhasil memukau ribuan pengunjung Sidimpuan Expo 2019, di Alaman Bolak.

Informasi diperoleh, pagelaran seni dan budaya yang dipromotori oleh Dinas Pariwisata Padangsidimpuan tersebut berlangsung selama 2 hari, yakni mulai 18 hingga 19 Oktober 2019. Warga pun tampak sangat antusias mengikutinya.

Sedikitnya ada 9 etnis yang mengikuti pagelaran ini, yaitu Batak Angkola, Batak Mandailing, Batak Nias, Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun, Tionghoa, Jawa, dan Minang. Etnis ini merupakan gambaran keheterogenan penduduk Kota Padangsidimpuan

“Keberagaman suku dan budaya yang ada di Kota Padangsidimpuan sebagai cerminan wujud multikulturisme di kota kita,” sebut Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution, ketika membuka acara pagelaran seni dan budaya itu, Jumat (18/10/2019).

Kesenian dan kebudayaan yang kita miliki, menurut Irsan, merupakan aset berharga untuk terus kita lestarikan. Kita harus percaya diri agar selalu menampilkan kesenian dan kebudayaan kita sendiri. Karena, ini merupakan salah satu cara memperkenalkan karakter dan ciri khas yang kita miliki.

Di tempat dan waktu yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padangsidimpuan Mahlil Harahap, melalui Kabid Pengembangan Pariwisata, Ardiansyah Siagian menerangkan, setiap etnis yang tampil memperagakan atraksi seni dan budaya sesuai masing-masing daerah.

“Seperti Batak Angkola, oleh sanggar Si Sunggul Lungun binaan Armada Saleh Pasaribu mementaskan Tortor Naposo Nauli Bulung dan Tortor Somba Somba. Batak Mandailing, Sanggar Saama Saina binaan Emmi Darti Rambe menampilkan Drama Sampuraga serta Sanggar Sayur Matua Bulung binaan Tamsor Efendi Hutasuhut yakni Gordang Sambilan dan Onang Onang,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Ardiansyah, Batak Nias oleh Sanggar Hagaluo binaan Erik Agustinus Lase mementaskan tari Perang dan Lompat Batu. Untuk etnis Jawa, dibawakan oleh Sanggar Putra Langgeng Lestari binaan Hendra Gunawan mementaskan tari Blendrong, tari Bujang Anong, dan tari Jaranan.

Sedangkan etnis Batak Simalungun, dibawakan sanggar Korp FKIP UGN binaan Yuswin H Damanik menampilkan Tortor Simalungun dan tari Ijuma Simalungun, etnis Batak Karo oleh sanggar Maha Etnik Dance binaan Putri Norma Sari mementaskan tari UIS, tari Piso Surit dan tari Mbring Manggis.

Tionghoa, oleh sanggar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia binaan Alfian Laismana menampilkan tari Traditional Chinesse Knight (Ing Siung) dan tari Mei Qui Wo Ai Ni, etnis Minang oleh sanggar Finasti binaan Ahmad Safii menampilkan tari Sutan Mudo dan tari Fatimah.

“Terakhir, ada juga nantinya pagelaran seni dan budaya dari etnis Batak Toba, yang akan dibawakan sanggar Hatian Nagama Musik binaan Jusman Sinaga,” tandas Ardiansyah sembari mengaku sangat puas terhadap antusias para pengunjung yang menyaksikan atraksi seni dan budaya yang dipertontonkan. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda