APILL di Simpang 4 Exit Tol Celikah Mati Total, Begini Penjelasan Dishub OKI

337
Simpang 4 exit tol Celikah tempat APILL terpasang.

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas [APILL] yang terpasang di simpang 4 [empat] exit tol Celikah, Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan sejak beberapa bulan terakhir tak berfungsi alias mati total.

Padahal, APILL di persimpangan jalan ini sangat dibutuhkan oleh para pengguna jalan, sebagai penanda kapan kendaraan harus berjalan dan berhenti secara bergantian dari berbagai arah, sehingga tak saling ganggu antar arus yang ada.

Atas kondisi tersebut, para pengendara yang melintas harus lebih ekstra hati-hati. Sebab, saat APILL yang terpasang berfungsi normal saja, acapkali terjadi kecelakaan. Terlebih dengan kini tak berfungsinya rambu – rambu lalu lintas tersebut.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ogan Komering Ilir (Dishub OKI) Antonio Ramadhon melalui Kabid LLAJ dan Dalops, Ardhiles, menyebut bahwa tidak berfungsinya APILL di simpang 4 exit tol Celikah karena tak ada pasokan listrik.

“Tidak berfungsinya APILL itu mulai terjadi sekira dua bulan lalu. Tetapi karena waktu ada penyekatan mudik lebaran, jadi kita dari pihak pemda, kepolisian dan TNI sepakat meminta pasokan listrik kepada PLN, sehingga APILL berfungsi,” ungkap Ardhiles.

Kabid LLAJ dan Dalops Dishub Kabupaten OKI, Ardhiles.

Setelah tidak ada penyekatan mudik lebaran, APILL kembali tak berfungsi. Jelas Ardhiles lagi, masalah ini sudah kita koordinasikan ke pihak PT Waskita Sriwijaya Tol (WST), karena APILL tersebut kewenangan mereka selaku pengelola jalan tol.

“Dari keterangan kita dapat dari pihak PT WST, mereka mengaku, tak berfungsinya APILL lantaran tak ada pasokan listrik. Akibat kabel sepanjang 500 meter yang terkoneksi pada APILL tersebut hilang dicuri. Padahal tertanam di tanah,” terang Ardhiles.

Atas kondisi ini, yang jelas kita [pemda] tak bisa mengintervensi. Lanjut Ardhiles, sebab APILL yang terpasang di simpang 4 exit tol Celikah belum diserahterimakan ke pemda. “Jadi masih itu merupakan kewenangan PT WST,” pungkas dia. [Iwan]

Bagaimana Menurut Anda